Hukum & Kriminal

Investor Bantah Serobot Lahan Tambang CV Adhi Djojo Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Konflik pertambangan galian C antara CV Adhi Djojo dengan Bagus Setyo (BS) terus bergulir. BS yang mengaku sebagai pihak investor dari perusahaan tambang tersebut membantah telah melakukan kegiatan pertambangan secara ilegal dan menyerobot kawasan tambang di Dusun Jember, Desa Pare Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri itu.

“Bahwa sampai hari ini masih terjadi sengketa perdata yaitu, upaya hukum banding yang belum ada kekuatan hukum tetap antara CV Adhi Djojo dengan Ismiarso, mewakili pengusaha dan donatur. Tetap mempunyai hak dan kewajiban terkait dengan penambangan di Kunjang,” kata Nasikul Khoiri Abadi, SH. MH, sebagai kuasa hukum BS, Senin (15/7/2019).

Menurut Nasikul, berdasarkan ketentuan hukum yang ada, tambang saat ini dalam status quo. Hal tersebut terjadi setelah adanya sengketa antara CV Adhi Djojo yang dipimpin oleh M. Habibi dengan Ismiarso, perwakilan dari para investor. Sengketa tersebut sudah diputus dalam persidangan tahap pertama di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Sementara saat ini pihak tergugat Ismiarso tengah menempuh upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Negeri Jawa Timur.

“Berasarkan pada ketentuan hukum yang ada, tambang dalam posisi status quo. Maka pihak satu dengan lainnya yang terikat dalam perjanjian 01, pada Agustus 2017, tentunya mempunyai hak dan kuajiban untuk melakukan penambangan,” imbuh Nasikul yang menerangkan dasar bagi Ismiarso dalam hal ini BS menambang di lahan tersebut.

Kegiatan eksplorasi tersebut, imbuh Nasikul, tidak menyalahi aturan. Karena tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) awal antara CV Adhi Djojo dengan Ismiarso, yang berdiri atas nama penyandang dana. Salah satunya adalah Bambang Setyo. Oleh sebab itu, pihaknya membantah adanya tudingan dari CV Adhi Djojo apabila BS melakukan upaya penambangan secara ilegal dan menyerobot lahan tambang.

Terpisah Bagus Setyo mengatakan, pihaknya membuka pintu rekonsiliasi dengan CV Adhi Djojo. Menurutnya, konflik antara Ismiarso atas nama investor dengan M. Habibi, sebagai direktur CV Adhi Djojo diduga karena adanya intervensi dari pihak luar.

“Kami tetap membuka kran pintu, asalkan bicara dari hati ke hati, tanpa ada intervensi dari siapa pun. Dulu antara Pak Habibi dengan Ismiarso bisa berkerja dengan baik mulai proses perizinan. Kenapa setelah ada keuntungan di depan mata, kemudian bisa menutup mata salah satu pihak,” ucap Bagus menyayangkan.

Bagus membeberkan, sebelum aktivitas pertambangan dilaksanakan, pihak investor telah menggerojok dana yang sangat besar kepada CV Adhi Djojo. Anggaran tersebut untuk keperluan pengurusan izin tambang, pembuatan akses jalan menuju lokasi tambang, kompensasi lahan yang sebelumnya digarap oleh masyarakat dan dana keperluan lain. Totalnya di atas Rp 6 miliar.

Sementara itu, salah satu klausul kontrak kerjasama antara Ismiarso dengan CV Adhi Djojo adalah aktivitas pertambangan di lahan seluas 20 hektar dengan pembagian fee sebesar Rp 250 juta per hektarnya kepada perusahaan. Investor telah mengucurkan dana di awal perjanjian sebesar Rp 1,8 miliar dan setelah kegiatan pertambangan dilaksanakan Rp 750 juta. Sementara klausul lain mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak yang mengikat.

Bagus atau BS mengakui, meski sempat terjadi penghentian paksa dari pihak CV Adhi Djojo, namun hingga saat ini pihaknya tetap melakukan penambangan di lokasi. Menurutnya, kegiatan eksplorasi tersebut tidak melanggar aturan dan perjanjian kerjasama yang sudah dibuat sebelumnya.

“Sampai detik ini excavator saya tetap bekerja, karena tidak tidak ada masalah. Disitu, upaya hukum masih berjalan dan belum inkrah. Tetapi apabila ada pembicaan ulang maupun rekonsiliasi, kami tetap membuka diri. Karena kami berkonsep berbagi untuk bekerja dan berja bersama, bukan untuk kami sendiri,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tambang galian C di Dusun Jember, Desa Pare Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri dihentikan paksa oleh pemilik izin resmi dari CV Adhi Djojo Kediri. Selain diduga tidak berizin, aktivitas pertambangan tersebut juga ditengarai menyerobot kawasan tambang milik CV Adhi Djojo.

Sempat terjadi keributan ketika CV Adhi Djojo datang ke lokasi tambang. Mereka berusaha mengentikan paksa aktivitas pertambangan. Mereka meminta para pekerja berhenti beraktivitas dan mengeluarkan dua unit exavator dari lokasi galian.

CV Adhi Djojo merupakan perusahaan tambang yang sudah mengantongi izin dari Gubernur Jatim. Izin usaha pertambangan atau IUP Operasi Produksi tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor : P2T/61/15.02/VII/2017. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar