Hukum & Kriminal

Investasi Bodong Penggemukan Sapi Tipu Warga Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Investasi bodong seolah-olah tidak ada matinya, dan korbannya pun selalu ada dan banyak. Janji-janji akan mendapatkan keuntungan yang melimpah membuat masyarakat terjerat  oleh bujuk rayu oknum yang menawarkan investasi bodong tersebut.

Hampir setiap tahun investasi bodong ini mencuat ke publik, sebut saja First Travel, yang belum lama ini, menyeret beberapa artis adalah MeMiles. Biasanya, kasus ini mencuat setelah investasi ini melakukan wanprestasi atau tidak memenuhi kewajiban atau keuntungan yang harus diberikan kepada investor.

Dugaan investasi bodong saat ini juga terjadi di Ponorogo, investasi ini berkedok kerjasama kemitraan dalam penggemukan sapi perah. Investasi yang dikelola oleh CV Tri Manunggal Jaya dengan pemilik bernama Hadi Suwito diduga melakukan wanprestasi kepada para mitra kerjanya mulai awal Januari tahun 2020. Sehingga menyebabkan kerugian ribuan mitra kerjanya yang tersebar di pelosok Indonesia.

“Jadi korbannya ini bukan hanya orang Ponorogo saja, ada orang Jogja, Papua, Jambi, Riau dan masih banyak lagi,”kata Didik Harianto kuasa hukum para korban, Kamis (20/2/2020).

Menurut informasi yang diperoleh beritajatim.com dari berbagai sumber, investasi penggemukan sapi perah ini ada sejak 3 tahun lalu. Sebelum tahun 2020, masyarakat yang menjadi mitra dari CV Tri Manunggal Jaya menikmati hasil keuntungan dari kerjasama investasi ini.

Mulai dari berangkat umrah, profit uang setiap bulan hingga bonus anak sapi atau pedet. Namun keuntungan itu sirna saat pada bulan Januari lalu, profit uang yang dijanjikan CV Tri Manunggal Jaya kepada para mitranya tak kunjung cair.

Hadi Suwito selaku pemilik CV Tri Manunggal Jaya, menjanjikan akan membayarnya pada tanggal Rabu (19/2/2020) kemarin. Puluhan orang sudah yang merupakan mitra sudah menunggu di kantor CV Tri Manunggal Jaya di Jalan Anggrek Kelurahan Bangunsari Ponorogo.

“Saat ditemui Hadi Suwito, para korban ini tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Dia tidak bisa menjawab kapan akan mengembalikan uang yang sudah disetorkan para korban ke CV Tri Manunggal Jaya,” katanya.

Karena belum jelas uang investasinya, kata Didik puluhan korban ini berniat melaporkan kasus ini ke Polres Ponorogo. Didik menyebut korban ini mencapai ribuan, jika per orang dirata-rata setor uang sebanyak Rp 120 juta, kerugian total para korban bisa mencapai kurang lebih Rp 200 M.

“Klien kami melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Polres Ponorogo. Mereka juga sambil membawa barang bukti, mulai dari surat perjanjian dan kwitansi setoran,” katanya.

Sementara itu saat awak media berusaha meminta konfirmasi kejelasan kasus investasi ini kepada Hadi Suwito, pemilik CV Tri Manunggal Jaya, yang bersangkutan tidak berkenan untuk dikonfirmasi. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar