Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Investasi Bodong Auto Trade Gold Telan Korban Warga Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Investasi ilegal Auto Trade Gold (ATG) telah menelan banyak korban.

Terbaru, puluhan warga Desa Patenteng, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, menjadi korban investasi tersebut. Bahkan, total nilai kerugian mencapai Rp5 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Taufik, kuasa hukum korban mengatakan puluhan warga di desa itu semula diiming-imingi mendapatkan keuntungan banyak oleh oknum Kades setempat sejak tahun 2021 lalu.

“Korban yang mayoritas tidak memiliki pengetahuan di bidang trading dan finansial tergiur dengan iming-iming tersebut,” jelas Taufik, Rabu (29/7/2022).

Bahkan, untuk mengikuti investasi tidak sedikit warga yang menjual tanahnya. Dengan harapan, modal akan kembali dan menghasilkan banyak keuntungan.

“Warga menggadaikan sertifikat rumah, tanah dan lainnya,” jelasnya.

Saat ini terdapat puluhan orang yang memintanya untuk membuat pengaduan dan melaporkan ke pihak kepolisian. Sebab, dari puluhan orang tersebut, jumlah kerugiannya berkisar Rp 5 miliar.

“Setiap orang itu kerugiannya mulai dari Rp25 juta sampai Rp100 juta keatas. Kalau dihitung secara keseluruhan kisaran Rp5 miliar,” tambahnya.

Saat ini pihaknya telah melaporkan 5 orang yang terlibat untuk mengajak warga mengikuti investasi tersebut, salah satunya oknum Kades itu. Ia mengaku, korban tak hanya puluhan namun masih banyak warga lain bahkan di desa lain yang turut menjadi korban.

“Ada ratusan namun yang masih melaporkan ada puluhan. Dari pengakuan korban, memang awalnya mendapatkan keuntungan namun akhirnya diinvestasikan kembali sehingga uang tersebut habis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihaknya memanggil para korban untuk meminta keterangan dan mendalami kasusnya.

“Ya betul ada laporan, saat ini kita masih meminta keterangan dari pihak pengadu. Nanti kita proses dan dalami terlebih dahulu. Akan kami panggil seluruh pihak secara bertahap,” pungkasnya.[sar/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar