Hukum & Kriminal

Pasca Aksi Represif Oknum Anggota Polres Pamekasan

Instansi Polri Kembali Jadi Sorotan

Sejumlah anggota IKA PMII IAIN Madura, meminta klarifikasi kepada Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari seputar aksi represif oknum anggota saat mengamankan aksi Tolak Tambang.

Pamekasan (beritajatim.com) – Instansi Polri kembali menjadi sorotan publik pasca viral persoalan ‘Guyonan Khas Gus Dur’ tentang Polisi Jujur di Indonesia, khususnya dalam beberapa pekan terakhir.

Kali ini pembicaraan seputar instansi atau korp baju cokelat kembali ramai pasca adanya insiden aksi represif yang dilakukan oknum anggota Polres Pamekasan, saat mengamankan aksi unjukrasa PC PMII Pamekasan di depan rumah dinas bupati, Jl Kabupaten, Kamis (25/6/2020) kemarin.

Pada aksi tersebut, tiga mahasiswa yang merupakan kader PMII Pamekasan menjadi korban aksi represif oknum anggota Polri. Bahkan satu di antaranya, yakni mahasiswa IAIN Madura harus mengalami perawatan akibat luka bocor di bagian kepala. Sekalipun ketiganya juga sempat dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Kondisi tersebut sontak membuat sejumlah alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Pamekasan, mendatangi Mapolres setempat di Jl Stadion 81. Mereka meminta klarifiksi atas aksi represif oknum anggota kepolisian.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Pamekasan, melakukan aksi jalan kaki dari kantor PC PMII Pamekasan menuju titik demo di rumah dinas bupati, Jl Kabupaten, Kamis (25/6/2020).

Sejumlah perwakilan IKA PMII Pamekasan yang datang ke Mapolres setempat, diterima langsung oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari. Mereka meminta orang nomor satu di lingkungan Polres Pamekasan agar menindak tegas atas aksi oknum aparat yang melakukan aksi represif terhadap kader PMII.

“Kemarin malam kami bersama IKA PMII IAIN Madura, meminta klarifikasi kepada Kapolres Pamekasan, atas insiden yang mengakibatkan kader kami mengalami luka di bagian kepala,” kata salah satu senior PMII Pamekasan, Mustajab, Jum’at (26/6/2020).

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Pamekasan, AKPB Djoko Lestari mengatakan segera melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami akan melakukan pemeriksaan sebagaimana mestinya terhadap anggota kami yang diduga melakukan pemukulan itu. Bahkan kami juga sudah melakukan identifikasi,” ungkapnya.

Sementara Ketua IKA PMII Pamekasan, Atiqullah sangat meyayangkan aksi represif yang dilakukan oknum anggota Polri saat melakukan pengamanan aksi menolak tambang ilegal di Pamekasan. “Tentunya kami sangat menyayangkan aksi represif aparat terhadap kader kami, sebab hal itu tidak semestinya terjadi. Apalagi polisi itu memiliki tugas sebagai pengayom dan bukan justru sebaliknya,” sesalnya.

Akibat insiden tersebut, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur hingga Pengurus Besar (PB) PMII serentak menyayangkan sekaligus mengutuk aksi represif oknum aparat kepolisian terhadap kader PMII. Bahkan sejumlah PC PMII di Indonesia, juga berencana menggelar aksi solidaritas secara serentak pada 1 Juli 2020 mendatang. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar