Hukum & Kriminal

Inilah Pengakuan Selly, Korban Penculikan Anak di Gresik

Selly Atalia Wahyukirana

Gresik (beritajatim.com) – Selly Atalia Wahyukirana (9) korban yang luput dari tindakan penculikan masih mengalami trauma. Bocah yang masih duduk di kelas 5 SDN Cerme Lor 1 Gresik itu, masih terbata-bata menceritakan kejadian yang menimpa dirinya.

Saat itu, dirinya disuruh ayahnya untuk membeli makanan ringan di warung yang berdekatan dengan rumahnya. Tepatnya, di Dusun Sukorejo, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik.

Dengan berjalan kaki ditambah kondisi lingkungan yang masih sepi usai hujan reda. Selly nama panggilannya, saat itu berpapasan dengan mobil pelaku Daihatsu Sigra W 1187 EE yang dikemudikan Achmad Muzzaki Maulana (24), warga Perum Banjarsari Cerme AA3 RT 01/RW 01.

“Saat itu saya dipanggil dengan cara melambaikan tangan. Saya kira mau minta tolong karena mobilnya mogok,” ujarnya, Selasa (7/02/2020).

Sewaktu didatangi pelaku, dirinya diminta masuk kedalam mobil. Tanpa berpikir panjang Selly mendekat sambil menenteng kantong plastik berisi makanan ringan. Namun, sebelum mendekat pelaku langsung mendorongnya masuk ke dalam mobil dan pintu langsung ditutup.

Saat di dalam mobil, posisi dirinya kedua kakinya terlentang, dan duduk persis disamping pelaku. Sepanjang perjalanan, Selly hanya terdiam dan sedih. Namun, di tengah perjalanan Selly nekad membuka pintu mobil lalu keluar sambil melompat lalu lari lari ke arah Cerme Lor.

Sambil berteriak, Selly meminta tolong. Teriakannya yang didengar korban membuat pelaku melarikan diri ke arah utara. Warga yang geram tanpa dikomando mengejar tersangka. Saat mobil tersangka sudah terkepung. Warga langsung menghajar tersangka hingga babak belur. Beruntung kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, bersamaan dengan itu ada mobil patroli Polsek Cerme yang melintas.

Saat diamankan di Mapolsek Cerme sebelum dibawa ke Polres Gresik. Warga masih menunggu di depan Mapolsek. Kondisi tersangka yang lemas usai menerima sejumlah bogem mentah dari warga itu langsung dilarikan ke Puskesmas.

Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku membenarkan bahwa mendapat pesanan dari aplikasi medsos ‘MiChat’ yang bernama Vida dari Bogor. Dalam pesannya itu, diminta mencari anak perempuan berusia satu sampai sepuluh tahun lalu dijual dan dihargai sebesar Rp 30 juta.

“Saya diminta mencari anak perempuan yang masih anak-anak. Tapi, belum pernah ketemu langsung dengan pemesannya,” ujar Muzakki sambil meringis kesakitan.

Terkait dengan kasus ini, Camat Cerme, Suyono menuturkan, korban menjadi percobaan penculikan. Untuk itu, dirinya mengimbau warga dan orang tua agar lebih berhati-hati.

“Kami mengimbau orang tua lebih berhati-hati menjaga putra-putrinya,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar