Hukum & Kriminal

Inilah 8 Modus Korupsi di Kalangan Mahasiswa versi KPK

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (dok. Humas Unej)

Jember (beritajatim.com) – Budaya korupsi sudah menyebar di kalangan mahasiswa. Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan sejumlah modus korupsi di kalangan mahasiswa.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memaparkannya, dalam kuliah umum bertema Integritas Pemuda Sebagai Pemimpin Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Gedung Soetardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (30/8/2019).

Apa saja modus itu?
1. Terlambat kuliah
2. Memberikan hadiah atau gratifikasi kepada dosen
3. Mark up
4. Membuat proposal palsu.
5. Penyalahgunaan dana beasiswa,
6. Plagiasi
7. Mencontek
8. Titip absen

Situmorang mengingatkan, kepintaran saja tidak bisa menjadi bekal seseorang dalam mengarungi kehidupan nyata. “Banyak koruptor adalah orang-orang yang pintar, lulusan perguruan tinggi juga, namun toh terjerat kasus korupsi,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember.

Menurut Situmorang, jika ingin menghindari tawaran korupsi, seseorang perlu berpegang pada integritas yang tertuang dalam sembilan nilai anti korupsi, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

Muhammad Syahidan, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, menyatakan potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme bisa muncul dari kalangan organisasi kemahasiswaan sendiri. Organisasi tersebut bisa menjanjikan adanya bantuan berupa kedekatan relasi untuk memikat anggota. Hal ini meminggirkan penghargaan terhadap jerih payah dan kemampuan individu. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar