Hukum & Kriminal

Ini Yang Dicecar Penyidik KPK Pada Menteri Agama

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait kasus TPK suap terkait dengan Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019. Menteri Lukman diperiksa untuk tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

“Penyidik mengkonfirmasi keterangan saksi terkait kewenangan saksi dan proses seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, lanjut Febri, penyidik juga menggali informsi mengenai apakah ada komunikasi atau pertemuan saksi dengan tersangka Rommy. “Penyidik juga mengkonfirmasi mengenai dan temuan uang di laci meja saksi saat penggeledahan dan laporan gratifikasi dari saksi sebesar 10 juta rupiah,” ujarnya.

Febri menjelaskan, laporan penerimaan uang Rp10juta tersebut baru dilakukan setelah OTT terjadi, yaitu selang lebih dari seminggu setelah OTT terjadi pada 15 Maret 2019. Sesuai dengan prinsip dasar pelaporan gratifikasi dan aturan yang berlaku Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaporan dan Penetapan Status Gratifikasi, maka jika terdapat kondisi laporan tersebut baru disampaikan jika sudah dilakukan proses hukum, dalam hal ini OTT, maka laporan tersebut dapat tidak ditindaklanjuti sampai penerbitan SK. Oleh karena itulah perlu menunggu proses hukum di penyidikan yang sedang berjalan.

Sementara terkait laporan gratifikasi oleh Menteri Lukman, Febri menyebut, masih menjadi bagian dari berkas proses pelaporan gratifikasi. “Nanti akan ditelaah lebih lanjut dan menunggu proses hukum pada perkara pokok yang sedang berjalan,” kata Febri.

Adapun Menteri Lukman usai menjelani pemeriksaan mengaku bahwa dirinya terima uang Rp10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Namun dia menyebut telah menyerahkan uang itu kepada KPK, satu bulan lalu.

“Jadi yang terkait dengan uang Rp 10 juta itu, saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari satu bulan yang lalu uang itu sudah saya laporkan kepada KPK,” kata Lukman.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, KPK telah menjerat tiga tersangka. Mereka yakni Rommy yang diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin. KPK pada kasus tersebut juga telah menyita uang dari ruangan Menteri Agama Lukman Hakim di kantor Kemenag RI. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar