Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ini Tematik Pelanggaran Prioritas Operasi Zebra Semeru di Pamekasan

Kapolres Pamekasan, AKBP Rogip Triyanto saat memantau kesiapan personil dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2021.

Pamekasan (beritajatim.com) – Sedikitnya terdapat 8 (delapan) jenis tematik pelanggaran prioritas yang diterapkan jajaran Satlantas Polres Pamekasan, khususnya dalam operasi kepolisian dengan sandi Zebra Semeru 2021.

Giat Operasi Zebra Semeru 2021 dilaksanakan selama 14 hari kedepan, terhitung sejak Senin hingga Minggu (15-28/11/2021) mendatang. Di mana dalam operasi tersebut, juga dijadikan sebagai momentum sosialisasi penerapan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019.

“Tematik pelanggaran prioritas dalam operasi ini meliputi 8 poin penting, seluruhnya merupakan upaya dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas), kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto, Selasa (16/11/2021).

Sasaran Pelanggaran Operasi Zebra Semeu 2021 di Kabupaten Pamekasan.

Operasi serentak juga dilakukan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2021, serta Tahun Baru 2022. “Tematik pelanggaran prioritas meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, melanggar rambu/apil dan marka jalan, serta melanggar batas kecepatan,” ungkapnya.

“Termasuk juga pelanggaran melawan arus lalu lintas, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengemudi dipengaruhi alkohol/narkotika/obat terlarang, dan R2 menggunakan knalpot bronk,” sambung Pak Deddy, sapaan akrab AKP Deddy Eka Aprianto.

Selain cipta kondisi, operasi kali ini juga tetap pada sosialisasi penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19. “Sangat penting bagi kita semua agar selalu waspada, sekalipun (Covid-19) di Jawa Timur sudah relatif dapat dikenadalikan,” imbuhnya.

“Dari itu kami mengajak seluruh eleman masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui 5M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumuman, dan mengurangi mobilitas,” jelasnya.

“Jadi selain fokus pada cipta kondisi seperti yang sudah kita lakukan selama ini, operasi kali ini juga kita sasar pada sosialisasi penerapan protokol kesehatan yang menjadi atensi kita bersama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya di kabupaten Pamekasan,” tegasnya. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar