Hukum & Kriminal

Ini Tanggapan Kapolres Gresik Terkait Penyekatan yang Sebabkan Kemacetan

Gresik (beritajatim.com) – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menilai, adanya penyekatan di Jalan Wahidin Sudirohusodo yang dianggap warga menjadi biang keladi kemacetan karena masih banyak orang lalu-lalu melakuka aktivitas diluar. Padahal, sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hanya sektor essensial, dan kritikal yang boleh melakukan aktivitas meski hanya 50 persen.

Sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, pihaknya bersama Forkopimda Gresik melakukan sosialisasi untuk mengurangi mobilitas masyarakat supaya penyebaran virus Covid-19 bisa ditekan.

“Sosialisasi PPKM Darurat sudah kami lakukan dan berlaku sejak 3 hingga 20 Juli 2021. Dari aturan tersebut, hanya pekerja di sektor essensial dan kritikal yang boleh. Diluar itu wajib tetap di rumah,” ujar Arief Fitrianto, Kamis (8/07/2021).

Alumnus Akpol 2001 itu juga menuturkan, bagi perusahaan yang diluar kedua sektor itu. Bisa mengajukan ke Satgas Covid untuk segera ditindaklanjuti. Namun, jika di lapangan masih ditemukan ada yang membandel sanksi tegas bisa menanti.

“Penyekatan jalan seperti ini akan terus kami lakukan. Sejumlah jalan utama seperti Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan RA.Kartini serta Jalan Veteran dan Jalan Wachid Hasyim sudah dilakukan penyekatan. Tidak menutup kemungkinan ada jalan lain guna mengurangi mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Ojiek (33) salah satu karyawan swasta outsourcing di perusahaan BUMN menyatakan adanya penyekatan jalan tersebut sangat merugikan karena dirinya bisa terlambat masuk kerja. “Maksud petugas sih baik, tapi kalau bisa ada prioritas buat pekerja seperti saya. Lah ini kalau diberlakukan lagi macetnya bisa panjang,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, gara-gara penyekatan ini yang semula masuk ke pabrik ditempuh 30 menit. Ini malah bisa satu hingga dua jam karena banyaknya pengendara motor yang terkena pemeriksaan saat ada penyekatan. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar