Hukum & Kriminal

Ini Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan Seks Dirut PDAM Jember

Jember (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, sudah meminta klarifikasi Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Adi Setiawan, Selasa (9/4/2019) kemarin, terkait laporan dugaan pelecehan seksual.

Polisi memberikan 12 pertanyaan kepada Adi selama dua jam. “Pemeriksaan sudah kami lakukan. Intinya, terlapor kami klarifikasi dan menyatakan pernah berkomunikasi dengan korban, tapi hanya masalah internal terkait pegawai PDAM. Nanti akan kami dalami lagi,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Jember Ajun Komisaris Yadwivana Jumbo Qantas.

Jumbo mengatakan, saat ini pihaknya baru sebatas melakukan klarifikasi. “Langkah selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara,” katanya.

Adi dilaporkan oleh aktivis Indonesia Bureaucracy Watch Sudarsono, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai perempuan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Adi diduga mengirimkan video porno via aplikasi percakapan WhatsApp kepada perempuan itu.

Dalam wawancara dengan Beritajatim.com beberapa waktu lalu, Sudarsono menyatakan akan menghormati proses hukum. “Kami mengharapkan kepolisian bersungguh-sungguh dalam menindaklanjuti. Saya menilai sudah cukup dua alat bukti untuk polisi meningkatkan status hukum apa yang kami laporkan,” katanya.

Adi sendiri dalam jumpa pers dengan wartawan, pertengahan Maret lalu, menampik tudingan itu. “Terkait substansi yang disampaikan, saya secara pribadi menolak dan tidak membenarkan apa yang disampaikan Saudara Sudarsono,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar