Hukum & Kriminal

Ini Penjelasan Polres Tanjung Perak Soal Penangkapan Warga Donorejo

Moch Miftahul Ulum (23) warga Jl Donorejo Gg IV yang tergeletak di RS Soewandi , Rabu (15/4/2020).(istimewa)

Surabaya(beritajatim.com) – Polres Tanjung Perak memberikan penjelasan terkait dengan dugaan salah tangkap anggota Raimas Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak di rumah warga Jalan Donorejo, Rabu (15/4/2020) dini hari.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Faisol Amir menjelaskan anggota Raimas Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat itu sedang patroli.

Selanjutnya petugas memperoleh informasi tentang adanya tawuran yang dilakukan segerombolan anak muda bersenjata dan melemparkan batu di kampung Jalan Donorejo.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti anggota Raimas Satsabhara yang sedang berpatroli, dengan mendatangi lokasi.

“Kami saat itu sedang berpatroli, kemudian ada info dan kami tindaklanjuti. Sewaktu di lokasi semuanya sudah bubar. Mungkin yang dimaksud pihak keluarga Miftahul Ulum salah tangkap, tapi kita menjalankan tugas. Hanya saja karena dia (Miftahul Ulum) melarikan diri dan sempat melawan saat ditangkap, maka petugas harus mengambil langkah tegas terukur sebagai indikasi dugaan pelaku kejahatan,” paparnya.

Pencarian dilakukan hingga ke daerah Sidotop dan daerah Kalilom. Sampai kemudian ditemukan beberapa pemuda sedang berkerumun di sebuah warung kopi (Warkop) di seputaran Jalan Sidotopo.

Ketika mereka didatangi dan diminta bubar, beberapa diantaranya berusaha melawan dan yang lainnya melarikan diri. Saat itu personil Satsabhara meyakini mereka sebagai anggota geng yang telah melakukan penyerangan di rumah warga.

“Ketika kami berusaha mengamankan mereka mencoba melakukan perlawanan, sampai kemudian kami berikan tembakan kejut listrik secara terukur,” papar Wakapolres.

Dua orang pemuda berhasil dilumpuhkan dan digelandang ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan serta diberikan pembinaan. Pagi harinya kedua orangtua masing-masing didatangkan ke Mapolres untuk diberikan arahan dan penjemputan dua pemuda tersebut.

Menurutnya, jika memang tidak salah dan tak melakukan kejahatan warga diharapkan untuk menyerahkan diri bukan lari dan atau melawan. Sebab jika melawan atau melarikan diri maka akan diberikan peringatan secara tegas terukur dengan indikasi sebagai terduga pelaku.

“Hari ini sudah kami serahkan ke orangtua masing-masing dan kami harapkan agar orangtua dari dua pemuda tersebut bisa lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya supaya tidak ikutan tawuran. Ingat jangan lari dan melawan, karena itu indikasinya adalah pelaku kejahatan dan bisa ditindak petugas langsung secara tegas terukur,” pungkasnya. (man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar