Hukum & Kriminal

Ini Pengakuan Pelaku Pencurian Puluhan Kayu Jati di Ponorogo

Barang bukti puluhan kayu jati yang berhasil diamankan Polsek Sampung. (Foto/Polsek Sampung)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sarimo (59), pelaku pencuri puluhan batang kayu jati hanya bisa pasrah saat diamankan petugas kepolisian dari rumahnya di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo.

Saat berada di Mapolsek Sampung, ia mengaku nekat mencuri kayu jati milik Perhutani itu, untuk memperbaiki atap rumahnya. “Jadi puluhan kayu jati yang dicuri dari lahan Perhutani itu, rencananya digunakan memperbaiki atap rumahnya,” kata Kapolsek Sampung IPTU Marsono, Kamis (18/2/2021).

Marsono mengungkapkan, pencurian dilaukan oleh Sarimo sejak 20 Desember 2020. Pelaku berangkat sendirian ke tengah hutan pada malam hari, sekitar jam 12 malam. Sarimo memotong kayu jati dengan menggunakan gergaji manual. Sehingga tidak menimbulkan kebisingan.

“Pemotongan itu dilakukan beberapa malam. Dalam semalam pelaku bisa menebang 2 pohon, dan dipotong menjadi beberapa ukuran,” katanya.

Kayu-kayu potongan itu sebelum dibawa pulang, disembunyikan di selokan. Setelah dirasa aman, pelaku baru membawa ke rumahnya. Kemudian, barang bukti kayu jati curian itu, oleh pelaku ditimbun di belakang rumahnya dengan ditutupi dedaunan.

“Sebelum digunakan untuk memperbaiki rumahnya, kayu jati curian itu disembunyikan lagi oleh pelaku di belakang rumah dengan ditutupi dedaunan,” ungkap Marsono.

Diberitakan sebelumnya, tindak pidana ilegal logging kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini tempat kejadian perkara (TKP) di petak 76.1 RPH Sampung, masuk Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Atas kejadian kasus ilegal logging tersebut, petugas dari Polsek Sampung berhasil menangkap pelaku yang bernama Sarimo (59), warga Desa Nglurup Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Selain itu juga mengamankan barang bukti berupa gergaji dan 27 batang kayu jati dengan berbagai ukuran. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar