Hukum & Kriminal

Ini Motif Pelaku yang Membunuh Kasniti di Kamar Kos

Gresik (beritajatim.com) – Dalam waktu enam hari, jajaran Satreskrim Polres Gresik mengungkap kasus pembunuhan Kasniti (49) yang ditemukan tewas di kamar kos milik Mohani di Jalan Panglima Sudirman Gang 16/26cGresik.

Kasniti ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kos selama 5 bulan, usai wajahnya dibekam bantal oleh pelaku yang bernama Untung (53), warga Kelurahan Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Jombang yang kesehariannya sebagai tukang jagal di rumah potong hewan (RPH) BUMD milik Pemkab Gresik.

Sebelum membekam korban, pelaku terlebih dulu menghubungi korban agar datang ke tempat kost-nya. Setelah bertemu, pelaku berbincang-bincang dengan korban sambil memijat tubuhnya. Usai memijat, selanjutnya antara pelaku dan korban berhubungan badan. Setelah itu, korban berbicara ke pelaku ‘Mas Asmaku Loro’ (Mas Asma saya sakit).

Setelah berhubungan badan, korban rebahan di dalam kamar kos pelaku. Bahkan, korban tetap berkeinginan tidur bersama pelaku. Namun, oleh pelaku disuruh pulang. Sebab, dirinya akan berangkat bekerja di RPH. Tapi, korban tetap menolak sambil berkata ‘Aku Pingin Turu Kene’ (Saya pingin tidur disini). Merasa jengkel, akhirnya pelaku membekap wajah korban dengan bantal selama 5 menit.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, ada motif asmara antara korban dengan pelaku. Sebab, hasil pemeriksaan terhadap pelaku Untung, dirinya membunuh korban (Kasniti) karena merasa jengkel kerap kali dimintai uang mulai hingga Rp 1 juta. “Hubungan asmara antara korban dengan pelaku sudah berlangsung 7 tahun dan sudah biasa berhubungan karena korban berprofesi sebagai tukang pijat,” katanya, Minggu (8/12/2019).

Masih menurut Kusworo Wibowo, usai membunuh korban, pelaku melarikan diri ke Berau, Kalimantan Timur menyamar sebagai kuli bangunan. Sebelum ke Berau, pelaku sempat pulang ke kampung halamannya di Serang, Banten, sambil menjual ponsel milik korban. “Tersangka Untung kami sergap berkat kolaborasi dengan Polres Berau,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku Untung hanya diam seribu bahasa saat diapit oleh Kapolres AKBP Kusworo Wibowo dengan Kasatreskrim AKP Panji Pratistha Wijaya. Lelaki yang mempunyai dua orang anak itu terus menunduk saat dicecar oleh wartawan. Akibat perbuatannya menghilangkan nyawa orang, tersangka dijerat pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar