Hukum & Kriminal

Ini Kronologi Polisi Bebaskan 4 Anak yang Disekap Ibunya

Malang (beritajatim.com) – Kapolsek Pakis AKP Sutiyo SH.Mhum memastikan kondisi 4 anak yang diduga disekap ibu kandungnya kini sudah berada di RS Jiwa Lawang, Kabupaten Malang.

“Setelah kami negosiasi dengan ibu kandungnya, seluruh anak-anaknya berjumlah 4 orang kami bawa ke RSJ Lawang. Termasuk ibunya juga kita bawa agar segera memperoleh penanganan medis dan observasi psikiater,” ungkap Sutiyo, Jumat (3/1/2020) sore.

Menurut Sutiyo, dirinya belum bisa memastikan apakah ibu kandungnya mengalami sakit jiwa atau depresi. “Kami belum bisa pastikan depresi atau tidak ya. Karena masih menunggu observasi psikater dulu. Yang jelas ke 4 anaknya ini di sekap dalam kamar. Dua orang di kamar belakang, dan dua orang lagi diruang tengah. Mereka dikunci dari luar oleh ibunya,” beber mantan Kanit IV Tipikor Satreskrim Polres Malang ini.

Sutiyo menceritakan, terbongkarnya kasus ini setelah pihaknya bersama Muspika Pakis, mendatangi rumah di Dusun Purworejo RT. 04 RW. 02, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Rumah itu ditempati Artimunah (64). Artimunah, diduga menyekap ke 4 anak perempuannya di dalam rumahnya sendiri. “Setelah kami datangi, yang bersangkutan sempat menolak membukakan pintu. Kita negosiasi dan pastikan bahwa kami akan membantu mereka memperoleh hak hidup lebih baik. Akhirnya ibunya mau membukakan pintu,” urainya.

Masih kata Sutiyo, setelah pintu kamar dibuka, pihaknya segera mengevakuasi seluruh penghuni rumah menggunakan mobil ambulance. Selanjutnya, seluruh penghuni rumah dibawa ke RSJ Lawang untuk memperoleh penanganan medis dan observasi. “Kita pakai mobil dinas juga tadi untuk mengevakuasi seluruh penghuni rumah. Kita pastikan mereka harus segera memperoleh penanganan medis,” paparnya.

Dari 4 anak kandung Artimumah yang tersekap, lanjut Sutiyo, dua orang terlihat sangat syhok. “Dua orang anaknya terlihat begitu depresi dan syhok. Anak nomer 3 dan 4,” terang Sutiyo.

Keempat korban yang disekap yakni atas nama Asminiwati (45), anak nomer satu Lalu Titin Yuliarsih (42) anak nomer dua. Virnawati (40), anak nomer tiga. Dan Anis Mufidah (36), anak nomer empat.

“Mereka ini satu keluarga. Suaminya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu. Selama dikurung dalam kamar, ibunya juga memberi makan. Tapi setelah itu pintu kamar dikunci lagi,” ujarnya.

Terkait ibunya ikut aliran sesat, Sutiyo belum bisa memastikan. “Kami belum bisa memastikan soal itu, apakah ibunya sakit jiwa, kita masih menunggu hasil observasi psikiater dulu. Soal berapa lama disekap dalam kamar rumah, kata warga memang cukup lama, sepuluh tahun hingga lebih. Kami belum memeriksa secara detail terkait itu,” pungkasnya. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar