Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tak Cuma Rekam Pelanggaran Lalu Lintas,

Ini Keunggulan Mobil INCAR Milik Satlantas Polres Ponorogo

Mobil INCAR mulai beroperasi di jalanan Kabupaten Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) milik Satlantas Polres Ponorogo, ternyata bukan hanya merekam pengendara yang melakukan pelanggaran saja.

Namun, lebih dari itu, dengan teknologi yang terpasang, mobil juga bisa mengidentifikasi kendaraan itu bermasalah atau tidak.

Artinya alat yang ada di mobil INCAR itu bisa mencari kendaraan yang terindikasi bodong atau dalam keadaan terblokir akibat dari tindak pidana kejahatan.

“Jadi mobil INCAR ini juga bisa mengidentifikasi kendaraan yang ada di jalan raya itu bodong atau tidaknya. Bisa tahu itu kendaraan terblokir mungkin karena tindak kejahatan. Entah itu kendaraan curian atau apa, bisa teridentifikasi,” kata Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal, Selasa (24/5/2022).

Ayip menjelaskan jika menemukan kendaraan statusnya bodong atau terblokir, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo. Apakah kendaraan yang dimaksud tersebut menjadi bagian dari tindak pidana kejahatan.

“Tindak lanjut usai menemukan kendaraan yang bodong atau terblokir itu, kita langsung melakukan koordinasi dengan Satreskrim,” katanya.

Untuk diketahui, Satlantas Polres Ponorogo sudah mulai melakukan pengoperasian mobil INCAR di wilayah Kabupaten Ponorogo. Dengan kecanggihan teknologi, pihaknya ingin mengubah sebagian kebiasaan masyarakat bumi reog yang abai dengan aturan lalu lintas, menjadi tertib.

“Dengan adanya mobil INCAR beroperasi, warga Ponorogo harus lebih tertib untuk berlalu lintas di jalan raya,” kata Ayip.

Dengan beberapa kamera yang dipasang, mobil INCAR salah satu teknologi yang digunakan pihak kepolisian untuk mengawasi kedisiplinan masyarakat dalam berkendara di jalanan. Kamera-kamera yang terpasang dimobil inilah yang akan merekam dan memfoto para pengendara yang melanggar aturan-aturan berlalu lintas. Seperti tidak menggunakan sabuk pengaman, melawan arus, tidak memakai helm hingga pelanggaran lainnya.

“Pengendara yang terekam atau terfoto melanggar aturan lalu lintas, mereka berpotensi akan mendapatkan tilang elektronik berikut dengan bukti kesalahannya,” katanya.

Dengan ketentuan, pengendara yang terekam melakukan pelanggaran lalu lintas, bakal diverifikasi dulu. Setelah diamati memang sah melanggar, baru diterbitkan surat tilang. Surat tilang itu dikirimkan lewat jasa pengiriman. Alamatnya diambil dari kesesuaian NIK dan nomor polisi (nopol) kendaraan yang digunakan pengendara yang melanggar.

“Surat tilang dikirimkan ke alamat atas nama pemilik kendaraan,” katanya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar