Hukum & Kriminal

Ini 3 Siswa Bintara Polri T.A 2019 Terbaik SPN Polda Jawa Timur

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan dalam prosesi Upacara Penutupan Pendidikan Siswa Pembentukan Bintara Polri T.A 2019 di lapangan Upacara Detasemen A SPN Polda Jawa Timur. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan menutup Pendidikan Siswa Pembentukan Bintara Polri T.A 2019 di lapangan Upacara Detasemen A Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Tiga siswa berprestasi mendapatkan tanda penghargaan.

Ketiga siswa berprestasi tersebut yakni, Muhamad Al Azhar terpilih sebagai siswa cendekia asal pengiriman Polres Ngawi dengan nilai akademik 80,257. Andi Wieza Falevi terpilih sebagaj siswa tertabah asal pengiriman Polres Batu dengan nilai mental kepribadian tertinggi 75, 268.

Rut Tobi Indrawan asal pengiriman Polres Ponorogo dengan nilai Jasmani tertingi 8. Usai ditutup, para siswa memperagakan berbagai kebolehan dan kemampuannya dalam berbagai hal. Diantaranya kemampuan untuk menghadapi para demonstran dengan menyuguhkan atraksi mengajak para demonstran melantunkan Asmaul Husna.

Kemampuan tersebut dipersiapkan untuk menghadapi tugas Polri yang semakin hari semakin berat dan dalam waktu yang dekat Polri menghadapi moment Pilkada Serentak yang berlangsung di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kemampuan tersebut merupakan tuntutan setiap Polri dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan yang membacakan amat Kapolri, Jenderal Idham Azis mengucapkan selamat kepada 8.868 Bintara Remaja se-Indonesia yang terdiri dari 8.470 polisi laki-laki dan 399 Polisi Wanita (polwan). “Di Jawa Timur 685 Bintara Remaja telah berhasil menempuh pendidikan pembentukan Bintara Polri T.A. 2019 dan menyandang pangkat Brigadir dua Polisi,” ungkapnya, Senin (2/3/2020).

Keberhasilan dalam mengikuti dan menyelesaikan pendidikan merupakan anugerah Allah SWT yang harus senantiasa disyukuri. Puluhan ribu pemuda dan pemudi di seluruh tanah air memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Namun hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan dilantik menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Dalam proses menyelesaikan pendidikan pembentukan Bintara Polri, tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga. Perjuangan orang tua untuk mengasuh dan mendidik harus dibuktikan dengan berjanji menjadi personel Polri yang berprestasi, menjaga kehormatan diri dan institusi, serta menjadi teladan dan kebanggaan bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar