Hukum & Kriminal

Imigrasi Kediri Tunda 238 Pemohon Paspor, Ini Alasannya

Kediri (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri melakukan penundaan terhadap 238 pemohon paspor selama tahun 2019. Hal ini sebagai upaya pencegahan pekerja migrant indonesia non procedural (PMI-NP).

“Penolakan dan penundaan tersebut sangat beralasan. Penolakan dan penundaan itu berdasarkan wawancara petugas dan adanya dugaan dokumen palsu saat pemohon mengajukan diri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Rakha Sukma Purnama, Kamis (19/12/2019).

Selain itu ketika dilakukan wawancara oleh petugas Imigrasi, pemohon tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanannya. Rakha juga menambahkan mengikuti proses wawancara maupun pemeriksaan dokumen ada pemohon yang menunjukkan indikasi mencurigakan.

Diantara pemohon tersebut diketahui akan bekerja di Luar Negeri secara non prosedural atapun tidak bisa melengkapi dokumen untuk kerja di Luar Negeri. Oleh sebab itu pihaknya tidak menunda penerbitan paspor tersebut hingga mereka melengkapi dokumen.

Masih katanya, saat proses wawancara, pemohon menunjukkan indikasi akan bekerja secara non prosedural di Luar Negeri, makanya petugas menolak serta menunda pengajuan paspornya.

Data Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri selama tahun 2019, telah menerbitkan 25.218 paspor 48 halaman dan 1.965 paspor 24 halaman. Adapun tindakan administrasi keimigrasian berjumlah 28 orang, 10 pengenaan biaya beban dan 18 diantaranya deportasi.

Sementara itu, di tahun 2019 Kantor Imigrasi Kediri telah melakukan deportasi terhadap 18 orang dan 10 orang pengenaan biaya beban karena telah melebihi waktu izin tinggal. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar