Hukum & Kriminal

IM Tercatat Pernah Jadi Satpam Bank

Sepupu IM, Hairi dijumpai di rumahmya

Sumenep (beritajatim.com) – Imam Mustofa (IM), warga Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep yang menjadi pelaku penyerangan Mapolsek Wonokromo, Surabaya, ternyata pernah menjadi satpam bank.

“Setelah keluar dari pondok, IM memang bekerja serabutan. Tapi dia pernah juga jadi Satpam di salah satu bank di Sumenep, seperti bapaknya. Dia juga pernah jadi Satpam di Gresik,” kata kakak sepupu IM, Hairi, Senin (19/8/2019).

Namun menurutnya, pekerjaan IM sebagai satpam tidak berlangsung lama. Dia berganti bekerja menjadi tukang parkir, hingga akhirnya memilih menjadi sales kerupuk dan berjualan sempol. “Kalau dari sisi ekonomi ya jauh dari kata berkecukupan. Karena itu tidak jarang keuangan IM dibantu orang tuanya. Ya maklum, kerjanya seperti itu. Sementara anaknya 3 orang,” ujarnya.

Ia menceritakan, apabila IM pulang ke Sumenep, pasti menyempatkan diri juga untuk menjenguk mertuanya yang tinggal tidak jauh dari rumah orang tua IM. “Mereka ini bertetangga. Jadi ya kalau pulang pasti menyempatkan diri ke rumah mertuanya. Biasanya IM sehari di rumah orang tuanya, sehari di rumah mertuanya,” papar Hairi.

IM sudah hampir 9 tahun pergi meninggalkan kampung halamannya dan tinggal di Surabaya bersama istri dan tiga anaknya. Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan bahwa IM tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pelaku bergabung dalam JAD dan belajar jihad secara perseorangan melalui internet. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar