Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ibu Yang Tega Siksa Anaknya Hingga Meninggal Itu Dihukum 8 Tahun

Terdakwa Eka Sari Yuni Hartini (25), ibu kandung sadis pembunuhan anaknya,menjalani sidang PN Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) – Eka Sari Yuni Hartini, wanita kelahiran 25 tahun silam ini dihukum delapan tahun oleh majelis hakim yang diketuai R. Yoes Hartyarso. Terdakwa dinyatakan sah melakukan pembunuhan dengan cara menyiksa anak yang masih berusia lima bulan yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.

Apa yang dilakukan Terdakwa ini terbilang cukup sadis, melihat anaknya tidak bergerak usai disiksa dipukul dipunggung dan dada, juga melempar bayinya di tempat tidur, Terdakwa bukannya iba namun malah meninggalkan bayinya yang sekarat, pergi ngelencer ke Jogyakarta bersama suaminya (ayah di bayi malang tersebut).

“Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa Eka Sari terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anaknya yang menyebabkan kematian,” ujar hakim dalam amar putusannya.


Perbuatan Terdakwa diatur dalam dakwaan Pertama Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang UU No.35 Tahun 2014 Jo. UU No.23 Tahun 2002. “Menjatuhkan Pidana penjara terhadap terdakwa selama 8 tahun dan denda Rp. 100 Juta subsider 7 bulan penjara,” tambahnya.

Terhadap putusan hakim, Eka Sari yuni melalui Penasehat hukumnya, menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir- pikir yang mulia,” katanya.

Putusan hakim lebih ringan, dibanding dengan tuntutan JPU Siska Christina, dengan pidana penjara 12 tahun, denda Rp.100 juta, subsider 9 bulan penjara.

Diketahui, terdakwa Eka Sari Yuni Hartini diadili sebagai pelaku pembunuhan Daffa, bayi kandungnya sendiri yang masih berusia 5 bulan. Saat bayinya meninggal dunia, Eka Sari justru liburan ke Yogyakarta sehingga jasad korban ditemukan membusuk, menghilang tubuhnya dan keluar belatung.

Kasus ini bermula saat Eka Sari menitipkan bayinya ke rumah ibu kandungnya Eti Suharti Basri di Gang Anggur, Siwalankerto Tengah. Bayi itu kemudian meninggal dan Eti Suharti Basri melaporkan kepada Eka soal insiden itu pada Kamis (23/6/2022)

Terdakwa Eka Sari disebut sempat mengecek bayinya yang meninggal. Namun bukannya berkabung dan mengurus jasad bayinya, tersangka Eka Sari malah pergi liburan ke Yogyakarta.

Sebelum berwisata ke Jogja, terdakwa Eka Sari sempat berpesan kepada ibu kandungnya, Eti Suharti Basri agar tidak melaporkan meninggalnya bayinya kepada siapa saja. Terdakwa Eka Sari juga mengancam akan membunuh Eti Suharti Basri apabila berani buka mulut.

Ancaman pembunuhan terdakwa Eka Sari kepada ibu kandungnya tersebut dibenarkan oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itulah Eti Suharti Basri sempat menunda melaporkan sehingga jasad bayi Daffa yang membusuk, menghilang tubuhnya dan keluar belatung.

Polisi yang turun tangan melakukan penyelidikan lantas menemukan fakta bahwa bayi Daffa meninggal dunia akibat sempat dibanting ke kasur sebanyak dua kali oleh terdakwa Eka Sari. Bantingan itu membuat bayi Daffa mengalami pecah pembuluh darah. Hal inilah yang menjadi sebab si bayi Daffa meninggal dunia

Hasil penyidikan polisi, saat bayi Daffa dibanting langsung terdiam. Namun terdakwa Eka Sari tidak puas sehingga dia membalikkan badan bayi Daffa dan memukul di bagian punggung dengan tangan kosong. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar