Hukum & Kriminal

Hutang Bank Rp 150 Juta, Rumah di Kediri Dieksekusi Pengadilan

Kediri (beritajatim.com) – Juru sita Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri melakukan eksekusi pengosongan dua unit rumah di Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Dalam eksekusi tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

“Satu termohon sukarela menyerahkan obyek. Kemudian satu lainnya membeli sendiri kepada pemohon eksekusi,” kata Suhadak, Ketua Panitera PN Kabupaten Kediri, Rabu (22/1/2020).

Eksekusi pengosongan ini diajukan oleh Sie Suwanto, warga setempat terhadap Khusnul Khotimah dan Iwan Sunarko. Sie Suwanto merupakan pemenang lelang atas bidang tanah seluas 240 meter persegi dan 506 meter persen yang telah dilelang oleh Bank Danamon.

Termohon Khusnusl Khotimah melalui suamiya Dhofir menyerahkan obyek. Sedangkan Iwan Sunarko akhirnya membeli kembali tanah dan rumahnya sesuai harga awal Rp 800 juta. Sehingga, tidak melalui proses pengosongan paksa oleh juru sita.

“Hari ini dilaksanakan eksekusi perkara 20pdt, yang sudah dilakukan proses eksekusi sedimikian rupa dan ada dua obyek. Satu obyek atas nama Iwan Sunarno ada komimen perdamaian, yang bersangkutan mau memenuhi permohon eksuekusi sebesar Rp 800 jita, dan satu obyek yang bersangkutan menyerahkan secara sukarela, sehingga tidak perlu pengosongan paksa, eksekusi hari ini baik dan lancar,” kata Akson Nul Huda, pengacara pemohon eksekusi, Sie Suwanto.

Dijelaskan pengacara muda Kediri Raya itu, latar belakang kasus tersebut bermula, lima tahun silam. Dimana, termohon eksekusi mengajukan pinjaman sebesar Rp 150 juta-an ke Bank Danamon dengan agunan dua sertifikat tanah tersebut. Awalnya, termohon melakukan pembayaran iuran. Kemudian pada proses berjalan, terjadi gagal bayar.

“Oleh pihak bank diberi proses pemberitahuan. Tetapi akhirnya dilakukan lelang, karena gagal bayar. Setelahnya, pemenang lelang yaitu klien kami mengajukan permohonan eksekusi terhadap dua obyek itu,” beber Akson.

Untuk diketahui, eksekusi sempat diprediksi memanas, karena ada potensi perlawanan dari termohon. Oleh sebab itu, Polresta Kediri menerjunkan personilnya untuk melakukan pengamanan. Tetapi dalam proses perjalanan ekskusi, berlangsung damai. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar