Hukum & Kriminal

Humanis, Bentuk Revolusi Mental Polri Hadapi Pendemo Tolak UU Omnibus Law

Petugas kepolisian saat membagikan masker dan air mineral ke peserta aksi demo tola UU Omnibus Law di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (22/10/2020). (Humas)

Surabaya (beritajatim.com) – Revolusi mental yang digaungkan mantan Kapolri Jendral Tito Karnavian terus terasa. Berjalan bersamaan dengan tujuh maklumat Kapolri Jendral Idam Azis, tubuh Polri kental lebih humanis.

Tak hanya dapat dirasakan saat melayani masyarakat di intansi kepolisian, humanisnya instansi penegak hukum bisa dirasakan saat aksi demonstrasi. Dari memberi masker, memberi minuman, serta memberi perlindungan saat aksi di Kota Surabaya.

“Kami belajar dari aksi sebelumnya. Polri akan melakukan pengamanan kamtibmas dengan humanis. Namun harapannya juga aksi damai bisa terus ditempuh warga, masyarakat, komunitas atau kelompok yang menyuarakan asinya,” ujar wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut perwira melati dua ini menjelaskan, dalam massa pandemi masyarakat perlu melakukan 3M. Maka kepolisian pun memberikan bentuk apresiasi dengan membagikan masker. Sebab masker jadi hal utama mencegah penularan di kerumunan. Polri juga mengingatkan akan pentingnya jaga jarak serta mencuci tangan.

Oleh sebab itu, menurut AKBP Hartoyo, proses humanitas ini pun terbentuk dalam tubuh Polri dalam pelayanan baik ke masyarakat. Bersama masyarakat tiga pilar yakni Polri, TNI dan Pemda, maka akan membentuk sebuah kemajuan ekonomi yang baik pula.

“Kunci pokok kemajuan ekonomi pada pandemi ini adalah kejasama menegapkan protokol kesehatan. Kamtibmas terjaga maka perekonomian juga akan terus membaik. Maka masyarakat juga bisa merasakan peningkatan perekonomian meski pandemi belum berlalu,” tegasnya.

“Maka sampaikanlah aspirasi dengan baik, tertib, kondusif dan aman. Biarkan Surabaya menjadi lebih baik lagi, aman dan warganya akan sejahtera,” tandas lulusan Akpol 2005 ini. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar