Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

HP Dirampas, Wartawan Perempuan Dijambret Depan Balai Pemuda Surabaya

foto/ilustrasi jambret

Surabaya (beritajatim.com) – Dyah A Setyorini atau sering disapa Ading wartawan beritajatim.com dijambret oleh dua orang pemuda yang menggunakan motor gede di depan Balai Pemuda jalan Yos Sudarso Surabaya.

Ceritanya berawal saat wartawan beritajatim.com yang juga aktif berkesenian sedang menjeput temannya di depan balai pemuda saat malam hari, Selasa (12/10/2021).

“Kehidupan saya pagi sampai sore untuk liputan berita dan kerja lapangan, setelah itu waktu terus bergulir dengan beraktifitas yang berhubungan dengan seni,” kata Ading, Kamis (14/21/2021).

Akhir-akhir Ading mengaku  sering pulang malam, karena sedang menyiapkan beberapa garapan seni.

“Dua hari lalu, sekitar tengah malam, saya selesai beraktifitas membahas sebuah showcase atau pameran. Berniat menjemput seorang kawan di Balai Pemuda karena dia hendak menginap di rumah saya,” katanya.

“Saya pun menghentikan motor tepat di depan pintu masuk parkir basemen wilayah Alun-alun Kota Surabaya, belum sempat mengirim pesan, handphone sudah raib dari genggaman saya,” imbuh.

“Hapeku,” begitu teriak Ading, sontak teman Ading langsung ngebut mengejar 2 pemuda bermotor besar yang tadi menjambret handphonenya.

Mereka mengemudi kencang dan di depan Balai Kota berbelok ke kanan ke arah GrandCity Mall. Dari situlah Ading kehilang jejak, dengan banyaknya jalur dia  bingung menafsir si jambret pergi dan mengambil arah mana?.

Setelah mengurus semua blokir m-banking dan laporan polisi, paginya kemudian pergi gerai provider telpon seluler berharap nomer telepon bisa gunakan kembali. Tetapi sayangnya, ternyata nomernya dulunya tidak didaftarkan dengan NIK milik Ading. Dengan berat hati menerima itu, dia sedikit cerita pengalamannya dijambret ke customor service.

“Memang akhir akhir banyak yang laporan kartunya ingin dipulihkan karena kena jambret mbak, bisa sehari 2-3 pelanggan,” ujarnya.

Begitupula ketika pergi ke gerai handphone untuk membeli handphone dengan merek dan model yang sama dan lagi lagi cerita kalau banyak warga yang kena jambret, karena memang meski tidak terlalu mahal tapi handphone milik Ading  itu belum genap 4 bulan.

“Iya mbak memang lagi rawan jambret ini Surabaya. Kemarin waktu saya dapat customor beli yang juga cerita habis dijambret, dia sampai jatuh mbak. Untung mbaknya gak cedera,” ujar Madian seorang sales hape.

Setelah proses jual beli yang singkat, Madian berpesan bisa menjaga hapenya. “Semoga hape yang ini awet mbak gak ilang lagi sampai nanti memang pingin beli hape yang (kualitasnya) di atasnya,” pungkas Madian. (adg/ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar