Hukum & Kriminal

Hilangkan Police Line dan Nekat Buka, Pemilik Warkop Diciduk Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jatim dan instansi terkait yaitu Satpol PP, Dinkes Provinsi Jatim, Banser, Bonek, ormas dan mahasiswa kembali melaksanakan patroli gabungan skala besar yang tergabung dalam Ops Aman Nusa II di wilayah Kota Surabaya.

Sasaran petugas kali ini adalah beberapa tempat di Surabaya yaitu dimulai dari Jalan KH Mas Mansyur Kawasan Ampel Surabaya tepatnya di warkop pinggir jalan yang tidak mematuhi aturan PSBB. Warkop tersebut masih melanggar jam malam yaitu berjualan lebih dari jam 21.00 WIB dan menghilangkan police line yang dulu pernah dipasang oleh petugas ketika melakukan operasi di tempat tersebut.

“Selain memperingatkan dan memberitahukan kepada penjual atau pemilik warkop tentang kesalahan yang telah dibuatnya, petugas juga membawa penjual tersebut ke Polsek Semampir untuk diproses lebih lanjut secara hukum,”ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, Selasa (2/6/2020).

Hal tersebut dilakukan untuk membuat efek jera kepada penjual tersebut agar tidak mengulangi pelanggaran lagi. Kemudian petugas menuju ke Jalan Kebalen Wetan Surabaya tepatnya di Warkop Barokah 5758, dan kemudian menuju ke Jl. Gresik Surabaya tepatnya di Warkop Mboize.

“Petugas menghimbau kepada para pemilik warkop dan para pengunjung atau pembeli agar mematuhi aturan PSBB yaitu jam malam, tidak beroperasi jualan lebih dari jam 21.00 WIB dan hanya melayani pembeli untuk membungkus makanan dan minuman untuk dibawa pulang,” tambahnya.

Pemilik tempat dilarang melayani pembeli untuk menikmati makanan dan minuman ditempat. Selain itu, para pembeli juga diberikan edukasi tentang bahayanya Covid-19, pemberlakuan jam malam atau batas waktu beraktivitas di luar rumah selama PSBB. Petugas juga menyarankan kepada masyarakat agar tidak bergerombol atau cangkrukan serta membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

Petugas menghimbau agar masyakat tetap berada dirumah (stay at home) dan melakukan pembatasan secara sosial (social distancing). Kemudian petugas dari Biddokkes Polda Jatim melakukan pengukuran suhu badan kepada para pedagang dan juga para pembeli, dilanjutkan penyemprotan cairan disinfektan di area tersebut dan juga penyegelan kursi dan meja oleh petugas Satpol PP. Petugas dari Satpol PP juga melakukan pemeriksaan KTP kepada pemilik tempat dan pengunjung kemudian menyitanya, juga menghimbau kepada para penjual agar tidak mengulangi lagi, jika masih tetap melanggar akan dikenakan sanksi penyegelan tempat jualan dan mencabut ijin usaha.

Petugas dari Ditbinmas Polda Jatim menempelkan stikker tentang Protokol Pencegahan Covod-19 di dinding warkop tersebut. Selain itu, petugas juga membagi-bagikan masker kepada pembeli yang tidak memakai masker. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar