Hukum & Kriminal

Hendak ke Madiun, 6 Mobil dari Jember Diminta Kembali

Kendaraan mulai dari roda dua dan empat yang melintas dari Surabaya ke Madiun tak luput dari pemeriksaan petugas di depan Mapolsek Trowulan. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto melakukan penyekatan antisipasi pergeseran warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang akan menghadiri sidang putusan Yayasan SH Terate di Pengadilan Negeri (PN) Madiun, Kamis (18/6/2020). Sekitar 30 orang dengan mengendarai enam mobil dikembalikan oleh petugas kepolisian.

Kasat Sabara Polres Mojokerto, AKP Anwar Iskandar mengatakan, penyekatan dilakukan di beberapa titik di wilayah hukum Polres Mojokerto. Salah satunya di perbatasan Mojokerto dan Jombang yakni di depan Mapolsek Trowulan. Ratusan kendaraan mulai dari roda dua dan empat yang melintas dari Surabaya ke Madiun tak luput dari pemeriksaan petugas.

“Tadi malam sekira pukul 00.30 WIB, kita kembalikan 30 orang yang menumpang 6 mobil pribadi. Mereka berasal dari Jember tujuan Madiun. Namun tadi pagi, petugas tidak menemukan adanya pergerakan massa yang akan menuju ke Madiun untuk mengikuti proses persidangan yang digelar PN Madiun, hari ini,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, penyekatan dalam mengantisipasi pergerakan warga PSHT tak lepas dari menjaga kondusifitas di setiap wilayah. Terlebih saat ini masih dalam keadaan Pandemi Covid-19. Ada sekitar 50 anggota yang diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang melintas dari arah Surabaya menuju Madiun tersebut.

Seperti diketahui, saat ini kepemimpinan PSHT pusat ada dua, yakni R Moerdjoko HW dan M Taufik. Mereka ini saling mengklaim sebagai Ketua Umum PSHT yang sah. Konflik ini bermula dari Parapatan Luhur atau musyawarah besar PSHT yang digelar bulan Maret 2016 lalu. Saat itu, Majelis Luhur memutuskan M Taufik sebagai Ketua Umum PSHT periode 2016-2021.

Karena sejumlah alasan, PSHT kemudian menggelar Parapatan Luhur di Padepokan Agung PSHT di Madiun pada Oktober 2017. Acara itu menghasilkan keputusan R Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum PSHT menggantikan M Taufik. Konflik kepemimpinan ini pun berlanjut sampai ke meja hijau.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar