Hukum & Kriminal

Hendak ke Amerika, Polda Tahan Pendeta Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim menahan tersangka HL yang diketahui seorang oknum pendeta di gereja Happy Family Center sejak tahun 2011 berdasarkan surat pengangkatan dari kementrian agama.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan awalnya penyidik tidak melakukan penahanan pada tersangka dan hanya dibebankan wajib lapor. Namun dari hasil pemantauan di lapangan, tersangka melakukan perubahan kendaraan, perubahan nomer telepon, bahkan akan ganti tempat tinggal dan akan ke luar negeri. “Akhirnya Sabtu sore dilakukan pemeriksaan secara maraton dan diduga ada korban lain sehingga dilakukan penahanan pada yang bersangkutan,” ujar Kapolda, Senin (9/3/2020).

Terkait adanya korban lain yang dilakukan tersangka, Kapolda menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. Tersangka melakukan aksinya sejak tahun 2005, tersangka memaksa memeluk badan korban dengan erat sampai tidak bergerak, kemudian mencium bibir, memaksa korban telanjang, mencium badan korban, menyuruh korban memegang kemaluan pelaku.

Tersangka mengancam korban dengan bilang “kamu jangan bilang/kasi tau siapa-siapa apalagi orang tuamu jika kamu kasi tau maka saya hancur dan kedua ortumu juga akan hancur, suamimu kedepan tidak perlu tau”.

Setelah dicabuli, korban diajak berdoa meminta kepada Tuhan agar bisa berdua lagi seperti ini dan minta korban faith kepada Tuhan bahwa hal ini normal antara ayah dan anak angkat. Alasan tersangka melakukan pencabulan karena pada saat korban IR berumur 12 tahun, body nya seperti sudah kuliah (mahasiswi).

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Subsider Pasal 289 KUHP lebih Subsider Pasal 294 KUHP. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar