Hukum & Kriminal

Hati-hati Beli HP Batangan karena Kena Pasal Penadah

Pelaku terduga penadah ponsel seluler batangan yang ditangkao dengan dugaan sebagai penadah saat diperiksa petugas Polsek Wonocolo, Surabaya, belum lama ini. (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Hati-hati saat membeli ponsel batangan atau tanpa kardus box. Seperti yang dialami oleh Benny Mahardika (38) warga Jl. Simorejo Timur Gg. 2 No. 71 RT 02 RW 03 Kel. Simomulyo Kec. Sukomanungal Surabaya.

Benny terpaksa diamankan petugas kepolisian Sektor Wonocolo lantaran membeli ponsel hasil curian. Kapolsek Wonocolo, Kompol Misdawati menjelaskan, pelaku memang benar membeli ponsel yang diduga adalah barang curian. Benny diduga bertindak sebagai penadah.

“Benar dan kita amankan. Datanya sesuai yang diperoleh (barang curian.red),” katanya kepada beritajatim.com, Jumat (5/7/2020).

Seperti data yang beritajatim.com peroleh, pelaku ini diduga masuk pidana pertolongan jahat atau penadah seperti yang tertera pada pasal 480 KUHP. Kepolisian menyebutkan bahwa barang yang dibeli pelaku Benny ini adalah barang yang tertera pada laporan Polisi nomor : LP/B/26/VI/2020/JATIM/RESTABES SBY/SEK WNCL, tanggal 02 Juni 2020. Pelaku Benny ini diamankan petugas di Rumah kos Jl. Siwalankerto Timur II Kel. Siwalankerto Kec. Wonocolo Surabaya pada Jumat (22/5/2020) Pukul 21.00 WIB.

“Data persis seperti yang ada. Dan kita masih mendalami kasus ini,” cetusnya singkat melalui sambungan seluler.

Seperti yang tertera pada pasal 480 KUHP, barang siapa menjadi perantara transaksi penjualan barang hasil tindak pidana bisa dikenakan hukuman maksimal 5 tahun penjara. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar