Hukum & Kriminal

Hari Pertama Layanan SIM di Surabaya, Seribu Warga Dilayani

Warga yang mengurus SIM di Colombo membludak, petugas minta antrean sampai di luar kantor, Selasa (9/6/2020). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sekitar 3 bulan tutup, pelayanan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satpas Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya resmi dibuka kembali, Selasa (9/6/2020). Selain di Satpas Colombo Jalan Ikan Kerapu Surabaya, pelayanan di SIM Corner yang berada dibebetapa mall juga ikut dibuka.

Pembukaan pelayanan ini guna mengoptimalkan perpanjangan SIM yang habis masa aktifnya. Terlebih masa aktif yang bertepatan pada pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra mengatakan, untuk pelayanan di Satpas Colombo dan juga pelayanan SIM lainnya di Polrestabes Surabaya mulai hari ini Selasa, (9/6/2020) dibuka kembali pelayanan pemohon SIM.

“Layanan kita prioritaskan di perpanjangan maupun yang baru. Dan untuk layanan petugas akan layani 1000 pemohon dan sudah mengambil nomor antrean, akan dilayani hingga jam 16.00 WIB, sore hari. Kita terapkan protokol kesehatan, mulai dari masyarakat atau pemohon yang masuk ke wilayah atau ke parkiran kita sudah semprotkan cairan disinfektan terhadap kendaraan, cuci tangan dan pakai masker serta pysical distancing,” sebut Teddy Chandra, Selasa (9/6/2020).

Teddy juga menambahkan, walaupun nantinya dari 1000 pemohon ini sudah dilayani semua dan waktu pelayanan yang masih tersisa, petugas akan menambah nomor layanan. Selain di Satpas Colombo, layanan juga ada di Corner Siola, Mall BG Junction, Tunjungan Plaza dan juga ada 2 mobil SIM keliling.

Diberitakan oleh beritajatim.com sebelumnya, Satlantas Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur secara resmi akan membuka pelayanan satpas SIM maupun SIM corner di semua layanan mulai Selasa 9 Juni 2020 di Jawa Timur. Warga yang memiliki SIM dan masa berlakunya mati ketika Surabaya menjalankan PSBB, dapat diperpanjang dengan sistem perpanjangan tanpa harus mengulang uji praktek kembali.

“Dalam pelaksanannya, para pemohon harus tetap wajib melaksanakan protokol kesehatan yakni menggunakan masker menjaga jarak dan hindari kerumunan tersebut guna memutus rantai penyebaran virus covid 19,” tegas perwira melati dua ini. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar