Hukum & Kriminal

Hari Ini PN Surabaya Terapkan Sidang Online

Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan sidang online yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai diberlakukan hari ini, Senin (30/3/2020). Sejauh ini pelaksanaan sidang dilakukan di dua ruangan yakni Candra dan Cakra.

Sistem persidangan online ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus corona semakin meluas, membuat instansi pemerintah menerapkan berbagai cara guna membantu menyelamatkan masyarakat dari virus mematikan ini. Namun disisi lain pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa dilakukan.

Seperti yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan juga Rutan Klas I Surabaya (Medaeng) yang menerapkan sidang secara online, hal itu sesuai dengan arahan Ketua Mahkamah Agung (KMA) sebagaimana tertuang dalam SEMA Nomer 1 Tahun 2020 serta surat dari Kementrian Hukum dan HAM tentang persidangan online.

Kasi Pelayanan Rutan Medaeng Ahmad Nur Dukha menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan tempat maupun perlatan yang berkaitan dengan sidang online ini. Dia juga sudah mensosialisasikan ke para tahanan terkait pelaksanaan sidang online ini. “Semua sudah kita siapkan dan sekarang persidangan sedang berlangsung,” ujarnya, Senin (30/3/2020).

Dukha menambahkan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan sidang online ini karena merupakan tindak lanjut dari surat edaran dari Menteri hukum dan HAM.

Sementara humas PN Surabaya Martin Ginting menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan alat IT sebagai pendukung untuk dapat memeriksa terdakwa dari jarak jauh di Rutab.

“Menghubungkan IT di Ruang sidang dengan yang di Rutan agar dapat komunikasi dengan lancar antara dua tempat seperti layar lebar, camera. Semuanya sudah kita siapkan,” ujarnya.

Adapun sidang online ini dilakukan dengan cara terdakwa tetap berada di Rutan sedangkan Jaksa, saksi , pengacara dan hakim tetap ada di ruang sidang PN Surabaya. “PN Surabaya, JPU dan Rutan sepakat mewujudkan sidang online ( terdakwa tanpa hadir di ruang sidang),” ujar Ketua PN Surabaya Nur Syam.

Menurut Nur Syam, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat penegak hukum untuk mencegah meluasnya wabah virus corona.

Nur Syam menyatakan para tahanan sangat rentan dengan virus karena daya tahan tubuh mereka kurang vitamin dan pada umumnya para tahanan asupan gizi nya kurang dan istirahatnya kurang baik.

“Para tahanan ini sangat rentan, karena rata-rata Rutan di wilayah hukum PN Surabaya over kapasitas melebihi 300% , maka hrs di perketat interaksi dengan pihak luar rutan agar mereka tidak terpapar virus,” ujarnya.

Pelaksanaan sidang online ini lanjut Nur Syam akan diamati pelaksanaannya dan bila ada yang kurang baik maka akan dievaluasi, yang penting tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat dari wabah. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar