Hukum & Kriminal

Hari Bakti Adhyaksa, Kejari Surabaya Upacara Melalui Virtual

Surabaya (beritajatim.com)  – Ada yang berbeda dalam peringatan hari bakti Adhyaksa ke 60 tahun yang jatuh pada hari Rabu (22/7/2020). Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, korps Adhyaksa ini memperingatinya dengan cara virtual.

Begitupun dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, institusi yang ada di jalan Sukomanunggal ini melakukan upacara di gedung aula lantai tiga.

Tak semua Jaksa ataupun pegawai mengikuti upacara secara virtual yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Sinatiar Burhanuddin ini. Sekitar 20 Jaksa yang mengikuti upacara virtual ini, diantaranya adalah Kajari Anton Delianto, Kasi Pidum Farriman Isandi Siregar, Kasi Intel Fathur Rohman, Kasi Pidsus Panca Ari Atmaja, Kasi Barang Bukti Didik, Kasi Datun Nurmadi Elfajr dan juga beberapa jaksa fungsional lainnya.

Meski upacara digelar secara virtual, namun tak mengurangi suasana khidmat selama pelaksanaan upacara. Masing-masing peserta upacara tampak menyimak apa yang menjadi pesan Jaksa Agung dalam pidatonya.

Sementara dalam sambutannya, Jaksa Agung Burhanuddin menyatakan pelaksanaan peringatan hari bakti Adhyaksa ke 60 tahun ini diperingati lebih sederhana dalam suasana pandemi seperti ini.

Jaksa Agung juga berpesan agar semua Jaksa menyatukan tugas pokok dan fungsi dalam mewujudkan supremasi hukum.

“ Dalam peringatan hari bakti Adhyaksa ke 60 ini bertema Terus Bergerak dan Berkarya dengan harapan agar semua bisa tetap semangat dan tidak bermalas-malasan untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” ujar pria kelahiran Cirebon, 17 Juli 1954 ini.

Jaksa Agung juga berpesan agar korps Adhyaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, mendukung dan memastikan dapat terlaksana dengan baik dan lancar agar bertanggung jawab penuh dalam memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan cara yang benar menjalin kerjasama dengan stakeholder.

Jaksa Agung juga mengingatkan, dalam masa Pilkada yang akan berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia maka jajaran kejaksaan dalam mengawal pilkada harus selalu optimalkan dalam kerjasama dan sinergi dalam menjamin Gakumdu untuk bersikap netral dan tidak memihak.

“Saya tegaskan peran kejaksaan untuk berperan aktif. Dalam satu sisi, aparat untuk menjaga netralitas dan tidak mendukung salah satu pihak,” ujar alumni ilmu hukum Universitas Diponegoro ini.

Jaksa Agung juga mengharapkan agar semua jaksa bertindak profesional dan memiliki integritas serta mempertimbangkan nilai kemanusian korban dan pelaku kejahatan.

“Setiap kita mengambil keputusan tanyalah kepada hati nurani mu,” tegas Jaksa yang pernah mendapat dua kali gelar Satyalancana Karya Satya dari Presiden ini. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar