Hukum & Kriminal

Hanya Lulusan SD, MAR Edarkan Sabu-sabu di Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung merealese 13 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 13 tersangka yang diamankan anggota Satnarkoba dan Polsek jajaran, satu diantaranya merupakan tersangka dibawah umur. Tersangka yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) tersebut merupakan pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka yakni MAR (17) warga Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tersangka dengan tato di lengan, tangan dan leher ini mengaku, sudah dua bulan menjadi pengedar barang haram yang diperoleh dari tersangka Akhmat Fathul Mubin (20) yang merupakan tetangga tersangka.

Dari tersangka MAR yang diamankan di area SPBU Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dengan barang bukti berupa sabu satu klip dengan berat 0,23 gram dan satu unit HP. Tersangka Akhmat Fathul Mubin (20) diamankan barang bukti berupa lima poket sabu seberat 2,68 gram dalam kemasan plastik klip.

Satu poket sabu kemasan plastik klip dibungkus tisu warna putih dengan berat 0,75 gram dan satu bendel plastik klip. Tersangka Akhmat Fathul Mubin (20) mengaku, mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka Muhammad Masrur Alhafid (23) warga Desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Dari tersangka Muhammad Masrur Alhafid (23) yang diamankan di rumahnya di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan barang bukti berupa empat poket sabu kemasan plastik klip seberat 0,75 gram, satu plastik klip, satu bekas bungkus rokok dan satu unit HP merk Samsung warna hitam.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, dari 13 tersangka yang diamankan, salah satu tersangka masih kategori di bawah umur. “Tersangka mengaku mengedarkan sabu-sabu sejak dua bulan lalu dari tersangka Mubin. Mubin dari tersangka Masrur,” ungkapnya, Rabu (12/2/2020).

Sementara itu, tersangka Muhammad Masrur Alhafid (23) mengaku, untuk 1 gram sabu-sabu dijual dengan harga Rp1,2 juta. “Harga per poket antara Rp200 ribu sampai Rp400 ribu, 1 gram bisa bisa jadi 9 poket. Keuntungan sampai Rp800 ribu,” akunya yang sudah menekuni bisnis haram selama tiga tahun tersebut.

Dari 13 tersangka tersebut, enam tersangka diamankan anggota Satnarkoba dan tujuh tersangka lainnya diamankan polsek jajaran. Yakni Polsek Trawas, Polres Mojosari, Polsek Trowulan, Polsek Kutorejo, Polsek Pacet, masing-masing satu tersangka dan dua tersangka dari Polsek Ngoro.

Sementara barang bukti yang diamankan dari 13 tersangka tersebut, sabu yang diamankan Satnarkoba sebanyak 12,58 gram dan Polsek jajaran sebanyak 3,68 gram. Untuk barang bukti jenis pil double L, Polsek Pacet mengamankan 1.384 butir, Polsek Trawas sebanyak 700 butir dan Polsek Trowulan 40 butir. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 5 tahun.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar