Hukum & Kriminal

Hanya Ini yang Bisa Bebaskan Pelaku Ujaran Kebencian ke Wali Kota Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Surabaya (beritajatim.com) – Pertemuan tertutup dan terbuka antara kepolisian dan Wali Kota Surabaya terkait kasus dugaan ujaran kebencian sudah dilakukan, Rabu (5/2/2020). Berkunjung ke rumah kediaman Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di sebelah Balai Kota, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasat Reskrim Polrestabes AKBP Sudamiran.

Dari pantauan beritajatim.com, pertemuan tertutup dari jurnalis berlangsung kurang lebih 30 menit. AKBP Sudamiran menjelaskan, pertemuan itu untuk membahas perkembangan kasus laporan dugaan ujaran kebencian.

“Memang benar terlapor yakni ZKR (43) ibu tiga anak ini menitipkan surat. Ada dua surat berisi permintaan maaf ke Ibu Risma dan warga Surabaya. Ibu Risma juga sudah memaafkan terlapor. Tapi kasusnya masih berlanjut karena Bagian Hukum Pemkot belum mencabut laporan kepolisian,” jelasnya kepada beritajatim.com.

AKBP Sudamiran juga menjelaskan, meski Wali Kota Surabaya sudah memaafkan terlapor, pihak kepolisian secara tegas tidak akan menghentikan kasusnya. Terlebih jika pelapor tidak mencabut berkas laporan kepolisian. Sehingga AKBP Sudamiran menegaskan, kasus ZKR ini pun masih lanjut dan tidak berhenti.

“Kasus akan berhenti jika ibu Risma Wali Kota Surabaya atau Bagian Hukum Kota Surabaya mencabut berkas laporan,” lanjutnya.

Sementara itu saat ditanya apakah sudah ada tanda atau rundingan pencabutan berkas, AKBP Sudamiran menyebutkan bahwa belum ada langkah tersebut. Dalam pertemuan hari ini, kepolisian menegaskan bahwa hanya menyampaikan perkembangan kasus saja.

“Hari ini pertemuan bersama Ibu Risma untuk menyampaikan perkembangan kasusnya. Sedangkan terlapor menitipkan surat maka kami sampaikan ke Ibu Risma. Belum ada pembicaraan tentang pencabutan berkas laporan,” tegasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar