Hukum & Kriminal

Halaman Mapolresta Mojokerto Jadi Bengkel Dadakan

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah pelanggar lalu lintas mengganti onderdil asli atau standar seperti knalpot brong dan ban kecil pasca terjaring razia anggota Satlantas Polresta Mojokerto beberapa waktu lalu. Alhasil, halaman Kapolres Mojokerto jadi bengkel dadakan, Selasa (14/7/2020).

Puluhan pemilik sepeda motor datang ke Mapolresta Mojokerto dengan membawa tukang bengkel. Mereka memperbaiki sepeda motor yang ditilang dan disita petugas, mulai dari mengganti ban dan velg ukuran kecil menjadi standar, melepas knalpot brong dan mengganti dengan knalpot biasa.

Meski sepeda motor sudah dikembalikan standar, bukan berarti para pelanggar lalu lintas sudah bebas. Mereka tetap dikenakan sanksi tilang, sesuai pelanggaran masing-masing. Barang bukti sepeda motor bisa diambil, namun pemilik harus menggantinya dengan melengkapi syarat-syarat.

Setelah dilakukan perbaikan, petugas tetap menyita kelengkapan sepeda motor yang dinilai melanggar atau tak sesuai speksifikasi standar teknis. Penyitaan dilakukan agar peralatan motor tersebut tidak dipakai lagi oleh pemiliknya. Tujuannya untuk membuat efek jera pada pelanggar.

“Rata-rata pelanggar yakni penggunaan knalpot brong dan ban kecil sehingga sepeda motor yang diperbaiki itu memang untuk dikembalikan sesuai specteknya lagi. Ini sebagai syarat penukaran barang bukti sebelum ranmor dibawah pulang pemiliknya,” ungkap KBO Satlantas Polresta Mojokerto, Ipda Karen.

Penggantian sesuai keluaran pabrik wajib dilakukan pemilik kendaraan yang sebelumnya terjaring razia petugas secara kasat mata di wilayah hukum Polresta Mojokerto beberapa lalu. Tercatat, ada 115 kendaraan roda dua yang terjaring razia yang dilakukan selama dua pekan.

“Untuk mengambil barang bukti tilang, pelanggar membayar denda tilang di Kejari Kota Mojokerto. Setelah itu, pelanggar bisa mengambil dengan syarat membawa kwitansi pembayaran denda tilang, slip tilang biru, fotocopy KTP, fotocopy STNK atau BPKB dan menstandarkan kelengkapan kendaraan,” katanya.

Salah satu pelanggar, Fauzi (30) mengaku kapok melakukan modifikasi motor. Selain kena denda tilang, ia harus merelakan knalpot brong miliknya seharga Rp400 ribu. “Kalau tidak dipasang standar tidak boleh dibawah pulang. Saya dari Kediri, kemarin kena razia di Alun-alun pulang dari Surabaya,” tuturnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar