Hukum & Kriminal

Hakim Tolak Gugatan Nyoto Gunawan pada Kakak Kandung

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Perseteruan antara kakak dan adik terkait warisan antara Nyoto Gunarto dan Nyoto Gunawan berakhir di ketuk palu hakim Dwi Purwadi. Hakim menolak seluruh gugatan yang diajukan Nyoto Gunawan.

“Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan Surat Peryataan tertanggal 1 Juli 1985 dan Akte Perjanjian nomer: tanggal 01 April 2003 yang diterbitkan oleh Notaris Surabaya AA. Andi Prajitno SH. Mkn adalah Sah dan Mempunyai kekuatan hukum mengikat. Hal itu sesuai dengan perkara nomor 780/Pdt.G/2019/PN Sby yang sudah diputus sebelumnya,” ucap hakim Dwi Purwadi pada saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2020).

Usai sidang mewakili kuasa hukum tergugat Daniel Julian Tangkau menyatakan, sejak awal pihaknya menunggu bukti yang diajukan saudara Nyoto Gunawan agar tuduhannya tidak menjadi tuduhan kosong yang merupakan fitnah belaka.

Namun Daniel Julian Tangkau menyatakan sangat menyayangkan tuduhan yang diajukan sama sekali tidak didasarkan fakta hukum dan bukti-bukti hukum.

“Perlu kami jelaskan saudara Nyoto Gunawan juga menggugat klien Kami dengan materi tidak jauh berbeda dalam perkara 780/Pdt.G/2019/PN Sby, Kami bersyukur gugatan ditolak, justru gugatan rekonvensi yang dikabulkan, jadi Njoto Gunawan dinyatakan telah melakukan fitnah serta dihukum untuk meminta maaf secara tertulis kepada Klien Kami dalam media cetak nasional, putusan yang saya sebut telah inkracht, jadi Kami harap agar yang bersangkutab melaksanakan isi putusan”, jelasnya.

Sementara pihak penggugat tidak bisa dikonfirmasi.

Nyoto Gunawan bulat menggugat kakak kandungnya Nyoto Gunarso karena dianggap tidak adil membagi harta waris tinggalan orang tuanya yang sekarang keduanya sudah meninggal dunia.

Nyoto Gunawan menggugat kakaknya sebab pada tahun 2003 dia menyatakan menemukan surat Pernyataan bertanggal 1 Juli 1985 yang isinya Surat Keterangan Pembagian Waris. Ia menyatakan menemukan Surat Pernyataan itu di meja sembahyangan di rumah orangtua kandungnya selang beberapa hari setelah mereka meninggal dunia.

Sekadar diketahui, bahwa antara Nyoto Gunawan dengan Nyoto Gunarto adalah saudara kandung yang dilahirkan dari pasangan suami istri Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go/Moenti Njoto alias Go Moen Tie / Go Kim Boen) yang menikah pada tahun 1946.

Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go/Moenti Njoto alias Go Moen Tie / Go Kim Boen) dalam pernikahannya dikaruniani 5 orang anak yaitu : anak pertama perempuan bernama: Njo Siok Hwie umur 72 tahun (domisili di Hongkong), anak kedua laki-laki bernama Nyoto Gunarto (Tergugat I ) umur 69 tahun, berdomisili di jl. Wijaya Kusuma No. 16 Surabaya, anak ketiga laki-laki bernama: Hendry Nyoto umur 67 tahun, berdomisili di Surabaya, anak ke empat laki-laki sebagai Penggugat bernama Nyoto Gunawan umur 65 tahun, berdomisili dj Surabaya dan anak ke lima atau yang terakhir perempuan bernama Njo Siok Hwa umur 64 tahun, berdomisili di Surabaya. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar