Hukum & Kriminal

Hakim Putus Bebas Pembagi Money Politic di Pilbup Malang

Malang (beritajatim.com) – Tersangka kasus money politic dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, Sumiatim akhirnya dibebaskan.

Pasalnya, Majelis Hakim yg dipimpin oleh Safrudin, SH.MH memutuskan terdakwa dikenai pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Artinya terdakwa langsung bebas (tidak ditahan). Meski jaksa penuntut umum (JPU) masih belum mengiyakan keputusan itu.

“Sebelumnya, JPU menyampaikan tuntutan dalam sidang tuntutan 23 Desember 2020 lalu. Dalam sidang tersebut JPU menuntut terdakwa dengan hukuman Pidana penjara selama 3 tahun dan subsider 1 bulan atau denda 200 jt,” ungkap Kuasa Hukum Sumiatim, Wiwied Tuhu, Selasa (29/12/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perempuan asal Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dilaporkan telah melakukan pembagian uang berstiker paslon nomor urut 2, Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono ke beberapa warga Selasa (8/12/2020) lalu.

Dalam laporan itu, Sumiatim diketahui membagikan uang sejumlah Rp 20 ribu yang dibungkus amplop sebanyak 4 buah.

Alasan Sumiatim bersedia membagikan amplop berisi uang Rp 20 itu, menurut Wiwied karena alasan ekonomi. “Jadi ketika mendapat tawaran dari seseorang, ia menerima. Karena menurutnya ada imbalan Rp 100 ribu kalau ia bersedia. Tentu saja, Ibu Sumiatim yang taraf ekonominya rendah menerima tawaran itu,” katanya.

Namun, lebih lanjut, tawaran semacam itu menurut Wiwid tidak hanya datang dari Paslon nomor urut 2, tapi juga ada dari Paslon lain. “Hanya saja, Sumiatin menerima tawaran dari Paslon 2 karena imbalannya lebih besar dibanding Paslon lain,” tegas Wiwid.

Sementara itu, orang yang disebut-sebut telah menyuruh Sumiatim dalam pengakuannya adalah Mujiati. Hanya saja, hingga saat ini orang yang bersangkutan itu selalu mangkir dari panggilan.

“Ibu Sumiatim hanya pernah kenal dengan Mujiati, dan lama tidak pernah ketemu. Lalu tiba-tiba datang dan menawarkan untuk membagikan amplop tersebut. Dia apakah relawan paslon nomor urut 2, Ibu Sumiatim juga tidak tahu,” katanya.

“Saya tidak tahu prosesnya bagaimana, tapi Mujiati tidak terlihat hadir,” Wiwied mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar