Hukum & Kriminal

Hakim Meminta Sidang Penipuan Jual Beli Tanah Fiktif Dilanjutkan

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum dua terdakwa kasus penipuan tanah yakni Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar. Hakim menilai eksepsi yang disampaikan terdakwa yang masih suami isteri ini telah masuk ke pokok perkara, dan bukan ranah eksepsi.

“Menolak eksepsi dari pihak terdakwa, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi serta barang bukti dalam perkara ini,” kata ketua majelis hakim I Ketut Suarta di ruang sidang Cakra, PN Surabaya, Senin (12/10/2020).

Menanggapi hal tersebut, ketua tim penasehat hukum terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar, Yafet Kurniawan mengatakan menerima dan menghargai keputusan majelis hakim. Kata dia, perkara yang menjerat kliennya ini murni perdata dan bukan pidana.

“Saya menghargai putusan majelis hakim. Saya yakin dapat membuktikan kalau klien saya benar-benar tidak bersalah.” kata Yafet setelah sidang.

Menurut Yafet, dalam perkara penjualan tiga bidang tanah di desa Karang Joang, Balikpapan dengan total luas 46.228 meterpersegi tersebut tidak mungkin fiktif. Sebab antara kliennya dengan pihak pelapor sudah mengantongi kesepakatan.

“Kesepakatan menjual berisi tanah mana yang dijual, harganya pun sesuai dengan kesepakatan yakni dengan harga Rp 35.000/ meterrpersegi atau Rp. 1.617.980.000. Kesepakatan itu tidak mungkin fiktif, sebab ditandatangani oleh kedua bela pihak,” papar Yafet.

Ditambahkan Yafet, kesepakatan menjual tersebut dibuat secaea bersama-sama pada 17 Maret 2008. Sedangkan jual beli tanah tersebut dilaksanakan pada September 2008 di hadapan notaris.

“Tanda tangan pun dilakukan bersama-sama di notaris. Jadi menurut saya ini murni peristiwa perdata dan bukan pidana,” pungkasnya.

Sebelumnya, PU Kejari Surabaya mendakwa terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena telah merugikan Oenik Djunani Asiem puluhan miliar rupiah dalam penjualan tanah seluas 46.228 meterpersegi di desa Karang Joang, Balikpapan. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar