Hukum & Kriminal

Hak Jawab Notaris Radina Lindawati

Surabaya (beritajatim.com) – Notaris Radina Lindawati SH MKn memberikan klarifikasi terkait dengan pemberitaaan beritajatim.com tanggal 26 Agustus 2019 yang berjudul Hutang Piutang Berubah Jadi Jual Beli, Korban Lapor Polda Jatim.

“Kami merasa keberatan dengan pemberitaaan  karena tidak didasarkan pada bukti yang sah ,” terang Notaris Radina, Jumat (4/10/2019).

Ditambahankannya  bahwa Beritajatim.com tersebut telah mencatut nama kami selaku profesi Notaris  tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi dan crosscheck tehadap fakta yang tennuat dalam benta tersebut,

Isi Berita beritajatim.com tidak memberikan informasi yang berimbang dan cenderung menyudutkan kami selaku Notaris, sehingga seakan-akan kami Ikut terlibat dalam dugaan tindak pidana yang dimuat dalam berita tersebut.

“Bahwa kami dalam melaksanakan tugas selaku Notaris telah melakukan verifikasi terhadap validitas dan keabsahan dokumen-dokumen yang diberikan kepada kami sebelum membuat dan menyusun suatu akta. Disampmg itu dalam rangkaian peristiwa yang dimuat dalam berita tersebut, saya hanya bertindak sebagai Notans pengganti dari Notaris awal yakni Prof. Lanny Kusumawati. Namun fata-fakta tersebut secara sengaja tidak disampaikan dalam berita tersebut,” tambah Radina. [ted]

Berikut Isi Lengkap Hak Jawab Notaris Radina Lindawati:

RADINA LINDAWATI, S.H., M.Kn. NOTARIS DAN PEJABAT FEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DI SURABAVA Kanlor : JI. Slmpang Darmo Penna! Selalan VIZ, Surabaya 60226

Surabaya, 4 Oktober 2019

Yth.

Pemimpin Redaksi beritajatim com

dla. JI. Clliwung nomor 65 , Surabaya

Perihal: Hak Jawab

Dengan Hormat.

Bersama ini kami menyampaikan hak jawab atas berita yang tennuat dalam laman resmi wwwbenla atrn com pada tanggal 26 Agustus 2019, dengan judul “Hutang Piutang Berubah Jadi Jual Beli. Korban Lapor Polda Jatim” (selanjutnya disebut “Berlta beritajatim.com‘) (salinan berita ter/ampir). berdasarkan alasan dan pemmbangan sebagai berikut:

1. Bahwa kami keberatan dengan isi Berlta bentaiatim com tersebut karena tidak didasarkan pada bukti yang sah serta lidak sesuai dengan kaidah jurnalitik yang benar.

2. Bahwa Beritajatim.com tersebut telah mencatut nama kami selaku profesi Notaris  tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi dan crosscheck tehadap fakta yang tennuat dalam benta tersebut,

3. Bahwa isi Berita beritajatim.com tidak memberikan informasi yang berimbang dan cenderung menyudutkan kami selaku Notaris, sehingga seakan-akan kami Ikut terlibat dalam dugaan tindak pidana yang dimuat dalam berita tersebut.

4. Bahwa kami dalam melaksanakan tugas selaku Notaris telah melakukan verifikasi terhadap validitas dan keabsahan dokumen-dokumen yang diberikan kepada kami sebelum membuat dan menyusun suatu akta. Disampmg itu dalam rangkaian peristiwa yang dimuat dalam berita tersebut, saya hanya bertindak sebagai Notans pengganti dari Notaris awal yakni Prof. Lanny Kusumawati. Namun fata-fakta tersebut secara sengaja tidak disampaikan dalam berita tersebut.

5. Bahwa berdasarkan uraian dan penjelasan lersebut, kami berpendapat bahwa Berita beritajatim.com tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, tendensius dan telah menjurus pada fitnah karena dldasarkan pada fakta yang sebenamya.

6. Bahwa Beritajatim.com tersebut secara Iangsung maupun tidak langsung lelah menodai dan merusak kredibelitas kami selaku Notaris dan dapat menimbulkan akibat hukum yang serius.

7. Bahwa untuk menghindari akibat hukum yang dapat merugikan beritajatim.com beserta pihak lain yang terkait di dalamnya. Maka kami meminta agar beritajatim.com segera meralat berita yang telah dimuat dalam halaman resmi www.berilajatim.com pada langgal 26 Agustus 2019 dengan judul ‘Hutang Piutang Berubah Jadl Jual Beli, Korban Lapor Polda Jatim‘ dan memberitakan sesuai fakta yang sebenamya paIing lambal tanggal 11 Oktober 2019. Karni juga meminta Redaksi ben’taiatimoom unluk mernohon maaf secara terlulis kepada kami dan dlmual dalam laman resmi www.benla atlm.com atau surat kabar lokal selama 3 (tiga) hari berturut-turut.

8. Jika sampai dengan tenggang waktu tersebut, Redaksi beritajaatim.com tidak juga melaksanakan permintaan kami tersebut maka kami akan mengadukan hal tersebut kepada Dewan Pers Nasional Republlk Indonesia. Kami iuga akan melakukan upaya hukum yang tersedia, baik perdata maupun laporan pidana pencemaran nama baik, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan berdasarkan aturan hukum yang bedaku.

Catatan Redaksi:

Redaksi beritajatim.com memohon maaf atas pencatutan nama dalam berita dan  tidak konfirmasi dengan Notaris Radina Lindawati, Kami tidak bermaksud menyudutkan Notaris Radina Lindawati . Terima Kasih





Apa Reaksi Anda?

Komentar