Hukum & Kriminal

Hadiah Lomba Batik di Malang Molor Setahun, Diduga Digelapkan

Malang (beritajatim.com) -Hari Batik 2019 di Kabupaten Malang ternoda. Itu setelah pemenang lomba batik pada tahun 2018 lalu, justru baru diketahui memperoleh hadiah dari Panitia Lomba Gumebyar Batik yang digelar Pemkab Malang.

Meski dinyatakan menang setahun lalu, penyerahan hadiah untuk juara lomba batik yang digelar tahun 2018 oleh Pemkab Malang melalui Dinas Koperasi, baru dilaksanakan pada hari Jumat, (4/10/2019).

Tak ayal, para perajin batik pun kecewa dan mempertanyakan hal tersebut.

Perajin Batik Lintang, Karangploso, Dwi Indra salah satunya mengatakan, harusnya penyerahan hadiah lomba batik dilakukan tahun 2018 lalu dan tidak molor hingga setahun dan baru diserahkan kemarin.

“Yang patut ditelusuri, dana hadiah lomba batik yang diserahkan tahun ini darimana? Apakah dianggarkan tahun ini atau pakai dana yang lama,” sesal Indra.

Menurut Indra, apabila dana lomba batik dianggarkan kembali tahun ini, maka yang dipertanyakan alokasi yang dianggarkan tahun 2018 lalu menjadi tidak dijelas digunakan untuk apa.

“Apabila memakai dana tahun anggaran 2018, maka selama ini kemana uangnya? Kalau ngendon di bank, sudah pasti ada bunganya. Seharusnya bunganya menjadi hak para juara lomba batik,” tegas Indra.

Indra menganggap masalah ini seyogyanya diusut aparat penegak hukum. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Tentunya yang dirugikan adalah negara. Selain itu, para perajin juga dirugikan. Salah satunya kami juga membina para perajin batik dan turut menjadi juara pada lomba tersebut,” keluhnya.

Soal hadiah lomba batik 2018 ini juga menjadi sorotan Malang Coruption Watch (MCW). “Secara etika publik cacat. Sebab lomba sudah dilakukan di tahun 2018. Tapi sampai baru diserahkan tahun ini,” ucap Divisi Pengaduan MCW, Ibnu Syamsu Hidayat.

Hidayat menilai lomba batik tulis tersebut tidak memiliki konsep yang jelas. “Seharusnya segera diserahkan, jangan diundur-undur waktu penyerahannya. Supaya tidak menimbulkan pertanyaan,” terangnya.

Ditanya apakah dalam hal ini terindikasi dana lomba dikorupsi? Hidayat belum berani memastikan. “Harus dikaji lebih lanjut nanti,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar