Hukum & Kriminal

Hadapi Transisi New Normal, Polda Jatim Kerahkan 1.600 Personil

Surabaya (beritajatim.com) – Dengan tidak diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya, maka pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan masa transisi sebelum dilakukan normal baru atau new normal.

Menghadapi masa transisi selama 14 hari kedepan ini, Polda Jatim akan terus melakukan tindakan untuk mendisiplinkan masyarakat yakni dengan melakukan penjagaan di tempat keramaian.

Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran mengatakan bentuk pendisiplinan tersebut adalah menerapkan protokol kesehatan misalnya di mall hingga pasar. Tempat tersebut nantinya akan diawasi bagaimana penerapan physical distancing hingga protokol kesehatannya.

“Masyarakat yang tidak pakai masker diingatkan. Di mall-mall, misalnya yang kapasitasnya 1.000 supaya taat physical distancing harus 500 orang saja, manajemen mall supaya bisa mengontrol itu. Di pasar, pedagang harus pakai face shield dan metode pengaturan jalur keluar masuk, one way,” ujar Fadil.

Saat disinggung terkait jumlah personel yang akan diterjunkan, Fadil menyebut ada sekitar 1.600. Namun jumlah ini masih akan ditambah personel dari Kodam V/Brawijaya.

Sementara untuk patroli yang dilakukan, Fadil menyebut pihaknya lebih mengedepankan pada tindakan yang persuasif. Sedangkan untuk penegakan hukumnya, menjadi langkah terakhir yang dilakukan.

“Ada patroli kita imbau, persuasif, edukatif, humanis, solutif. Kalaupun ada penegakan hukum itu menjadi instrumen yang terakhir dan penegakan hukumnya harus solutif. Karena ini kan bukan pelanggaran pidana tapi perilaku untuk hidup sehat. Jadi harus solutif juga orang kan cari makan, jadi harus humanis dan solutif,” jelas Fadil. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar