Hukum & Kriminal

Hadang dan Pukul Pengendara Saat Konvoi, Warga di Mojokerto Minta Maaf

Rapat Koordinasi Tiga Pilar Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga pilar Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menggelar rapat koordinasi mengantisipasi adanya konflik sosial di masyarakat. Ini menyusul aksi warga Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang melakukan penghadangan dan pemukulan terdapat peserta konvoi.

Peristiwa penghadangan dan pemukulan tersebut viral di media sosial (medsos). Warga menghadap, menyiram dan memukul sejumlah remaja yang melakukan aksi konvoi di Jalan Raya Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (10/5/2020) sekira pukul 05.30 WIB.

Tindakan penghadangan, penyiraman dan pemukulan terhadap pengendara jalan oleh warga Desa Petak bermula dari adanya konvoi yang dilakukan oleh sejumlah remaja yang mengendarai sepeda motor. Mereka membunyikan knalpot keras-keras sehingga warga bermaksud untuk membubarkan konvoi tersebut.

Warga menilai aksi yang dilakukan sejumlah remaja tersebut dianggap sudah mengganggu ketertiban masyarakat karena suara kendaraan yang memekakkan telinga. Beberapa video terkait aksi warga tersebut beredar di medsos. Untuk mengantisipasi adanya konflik sosial di tengah masyarakat, Tiga Pilar Kecamatan Pacet menggelar rapat koordinasi.

Hasil dari rapat koordinasi antara Tiga Pilar Kecamatan Pacet bersama warga Desa Petak tersebut, warga berikrar dan memohon maaf atas apa yang mereka lakukan. Warga berjanji tidak mengulangi di kesempatan yang lain serta siap diproses secara hukum yang berlaku jika mengulangi di kemudian hari.

Kepala Desa (Kades) Petak, Supoyo memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas apa yang telah dilakukan oleh warganya. Pihaknya berjanji akan menjaga agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali khususnya di Desa Petak. “Warga berjanji tidak akan mengulangi aksi mereka lagi,” ungkapnya, Senin (11/5/2020).

Sementara itu, Kapolsek Pacet, Iptu Toni Hernawan memberikan penekanan kepada warga Desa Petak agar tidak mudah terpancing emosi dan melakukan tindakan anarkis maupun main hakim sendiri. “Agar peristiwa ini bisa dijadikan pelajaran dan tidak terulang di waktu yang lain serta kejadian serupa tidak terjadi di tempat yang lain,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar