Hukum & Kriminal

Habisi Guru SMP, Pasutri Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pasutri pelaku pembunuhan terhadap guru SMP di Jombang hanya menunduk menyesali perbuatannya, Jumat (24/1/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri), Wahyu Puji Winarno (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21), terancam hukuman penjara seumur hidup. Mereka dijerat pasal pasal 339 KUHP sub 338 KUHP dan 365 KUHP ayat (3) atas tindakannya membunuh Elly Marida (45), guru SMP Negeri 1 Perak, yang beralamat di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan saat merilis kasus tersebut, Jumat (24/1/2020). “Kedua pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun,” kata Boby menegaskan.

Wahyu dan Sari yang merupakan warga Dusun Ngrandu, Desa Cangringrandu, Kecamatan Perak ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Keduanya mengakui membunuh Elly pada Sabtu (21/12/2019). Alasannya, terdesak kebutuhan ekonomi. Sehingga mereka berniat menguasai harta korban.

Padahal awalnya, pasutri tersebut datang ke rumah Elly untuk mencari tempat kos. Setelah mengetahui situasi rumah korban, timbul niat jahat pelaku. “Motifnya, ingin menguasi harta milik korban. Kami menyita dompet berisi uang Rp 350 ribu, perhiasanm serta HP milik korban,” kata Boby.

Selain itu, lanjut Boby, pihaknya juga menyita pisau dapur dan paving blok yang digunakan pelaku menghabisi korbannya. Boby juga menjelaskan kronologi pembunuhan sadis yang dilakukan pasutri tersebut. Ceritanya, Sabtu (21/12/2019) pagi, Wahyu dan istrinya mendatangi rumah Elly untuk mencari kos-kosan.

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menunjukkan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku menghabisi korban, Jumat (24/1/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]
Setelah sepakat, mereka pamit dan berjanji akan kembali lagi untuk menempati kos tersebut. Benar saja, siangnya Wahyu dan Sari kembali mendatangi rumah guru SMP itu.

Namun keduanya sudah mengatur strategi. Sari masuk lewat pintu depan untuk menemui Elly, sedangkan Wahyu menyelinap lewat pintu belakang. Nah, saat sang istri ngobrol dengan guru tersebut, Wahyu menerobos masuk. Dia langsung mencekik leher Elly dari belakang. Sang guru pun megap-megap. Wahyu lantas menghujamkan pisau dapur yang sudah dibawanya.

Terakhir, Wahyu menghantam kepala guru SMP itu menggunakan paving blok. Seketika itu juga, Elly roboh bersimbah darah. Nyawa guru SMP Negeri 1 Perak itu melayang. Usai mengabisi korban, kedua pelaku membawa kabur dompet berisi uang, serta HP milik sang guru. “Dompet itu berisi uang Rp 350 ribu,” kata Wahyu yang selama ini bekerja sebagai kuli batu. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar