Hukum & Kriminal

H Totok Sumedi Kena OTT KPK, Begini Pengakuan Tetangga

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalan kasus suap pemenangan proyek, rumah kontraktor H Totok Sumedi di Jalan Albatros Perum AURI Kwadengan Sidoarjo, terlihat sepi.

Dari balik pagar rumah bercat coklat tua dan muda itu seperti tidak berpenghuni. Hanya seorang wanita paroh baya yang terlihat keluar masuk dari rumah tersebut.

“Iya, Mas, sepi. Sepertinya hanya ada pembantu rumah tangganya saja. Isteri Pak Totok sejak kemarin, saya tidak melihatnya,” kata Adi (45), tetangga di sebelah barat rumah Totok Sumedi, Kamis (9/1/2019).

Ia menambahkan, selama ini kelurga Totok dikenal akrab sesama tetangga dan lainnya. “Pak Totok itu orang suka senyum dan meski menegur sapa kalau ketemu tetangga,” imbuhnya.

Dia juga tidak menyangka kalau ikut terseret dalam kasus suap bersama Bupati Sidoarjo H. Saiful llah saat berada di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo bersama kontraktor Ibnu Ghofur.

“Mungkin itu suatu risiko pekerjaan karena menjadi rekanan dalam kontruksi bangunan, selalu ada persaingan dan lobi-lobi. Dan itu bukan rahasia umum agar bisa memenangkan lelang proyek yang diikuti,” beber Adi.

Seperti diketahui, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo.

Para tersangka itu, Bupati Sidoarjo H. Saiful llah yang diduga menerima uang suap senilai Rp 550 juta dari dua kontraktor rekanan Pemkab Sidoarjo yang juga berstatus tersangka, Ibnu Ghofur dan Totok Sumedi.

Tiga tersangka lainnya, Sunarti Setyaningsih selaku Kepala Dinas PU dan BMSDA sebesar Rp200 juta pada 3 Januari 2020, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum BMSDA, Judi Tetrahastoto diduga menerima Rp 240 juta dan Sanadjihitu Sangadji, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan diduga menerima Rp300 juta pada akhir September 2019. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar