Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Guru Tari di Malang Setubuhi 7 Gadis di Bawah Umur Dengan Modus Ritual

Polresta Malang Kota merilis pelaku persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur.

Malang (beritajatim.com) – Seorang guru tari tradisional di Kota Malang YR (37 tahun) warga Klojen ditangkap Polresta Malang Kota. Dia melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada tujuh anak dibawah umur dengan modus melakukan ritual tarian tradisional agar para muridnya ini dapat menari dengan baik.

Usia para korban 12 hingga 15 tahun dan masih sekolah. Para korban ini melapor ke Polresta Malang Kota pada 18 Januari 2022 lalu. Setelah itu pelaku berhasil diamankan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota.

“Saat melakukan aksinya, korban dibawa ke dalam suatu kamar itu diraba dilakukan pencabulan bahkan disetubuhi. Dari tujuh korban, ada enam yang disetubuhi dan dicabuli, satu mendapatkan perlakuan pencabulan,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis (20/1/2022).

Saat penyelidikan pelaku sempat menyangkal perbuatan pencabulan dan persetubuhan kepada tujuh anak dibawah umur ini. Tetapi setelah disesuaikan dengan hasil Visum et Repertum dan keterangan saksi-saksi serta korban, terdapat kesesuaian.

YR sendiri telah melatih tari tradisional kurang lebih selama 5 tahun. Di sanggar tari yang dia kelola memiliki 62 murid terdiri dari 21 perempuan dan 41 laki-lakiĀ  Tindakan pencabulan dan persetubuhan oleh pelaku kepada ketujuh korban dilakukan dalam rentan waktu berbeda antara September hingga November 2021 lalu.

“Kami imbau kepada keluarga korban ataupun yang mengetahui menjadi korban dalam tindak pidana ini segera melaporkan. Kami akan menjaga kerahasiaan dari pelapor maupun korban. Korban ini rata-rata masih sekolah,” tandas Budi Hermanto.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang persetubuhan dan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang pencabulan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar