Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

‘Guru Minta Pulsa’, Puluhan Siswa SMP Lamongan Jadi Korban

Foto ilustrasi

Lamongan (beritajatim.com) – Berbagai modus palsu dilakukan oleh pelaku penipuan demi menjerat korbannya. Hal itu seperti yang terjadi di Lamongan, dengan cara mencatut nama seorang guru dari salah satu SMP ternama di Lamongan, lalu pelaku melakukan penipuan dengan menyasar para pelajar untuk dimintai pulsa.

Dari informasi yang dihimpun, penipuan dengan modus ‘Guru Minta Pulsa’ ini telah memakan banyak korban, termasuk puluhan pelajar dari SMPN 1 Lamongan. Diketahui, pelaku yang memakai nomor seluler 081223849xxx, 082284848xxx dan 0885277015xxx itu mencatut nama guru SMPN 1 Lamongan lalu menghubungi para siswanya. Bahkan, setidaknya ada 3 guru yang dicatut namanya dalam penipuan melalui telepon genggam ini.

Menariknya, saat pelaku menelpon dan meminta pulsa, para pelaku itu berlagak akrab dengan menyebutkan nama korban yang dihubungi. Hal itulah, yang membuat puluhan siswa tersebut heran. Setelah dirasa calon korbannya terperdaya oleh bujuk rayunya, pelaku kemudian langsung meminta kepada korban untuk dikirimi pulsa.

“Saya awalnya ditelepon dulu, kemudian pelaku mengaku sebagai guru SMP Negeri bernama (menyebut nama, red),” kata seorang siswa kelas IX, yang juga termasuk salah satu korban penipuan, Jumat (25/6/2021).

Lebih lanjut, kepada semua calon korbannya, pelaku hanya meminta pulsa. Pelaku menelpon korbannya pada waktu yang beragam, ada yang siang, malam, bahkan dini hari.

“Ada teman saya pukul 01.00 Wib yang ditelepon, semuanya sama, maunya minta pulsa,” ungkap ketua OSIS SMP Negeri 1 Lamongan, Naufal Yudhistira kepada wartawan yang menyebut pihaknya juga sempat ditelpon tapi tidak mengindahkan permintaan pulsa tersebut.

Dari keterangan yang diungkapkan Naufal, hingga saat ini belum terdengar lagi ada korban selanjutnya. Pasalnya, modus penipuan ‘Guru Minta Pulsa’ yang menyasar puluhan siswa ini cepat menyebar dan segera diinformasikan ke berbagai grup Whatsapp dan sosmed. Sehingga siswa pun mengambil kesimpulan bahwa telepon minta pulsa itu hanyalah modus penipuan.

“Para siswa bahkan meyakini tidak mungkin ada guru berperilaku minta-minta pulsa pada siswanya,” jelas Naufal saat diwawancarai.

Sementara itu, para guru juga telah mendengar kejadian adanya penipuan ini. Sehingga dewan guru mengambil langkah antisipasi dengan menginformasikannya melalui grup Whatsapp masing-masing kelas. Para dewan guru itu juga berharap, para siswa agar tidak serta merta percaya penelpon yang mengatasnamakan guru dan meminta pulsa tersebut. “Mohon hati-hati, penipu telpon ke putra-putri minta pulsa,” kata salah seorang guru melalui WhatsApp grup kelas. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar