Hukum & Kriminal

Guru Ditangkap Kasus Teroris, Siswa Kelas 6 SDN Rongtengah Ditangani Kepsek

Foto/ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) – Terhitung sejak 13 Oktober 2022, S (47) diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror. S berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengajar kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rongtengah 5, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Untuk mengisi kekosongan pengajar di kelas 6 Sekolah Dasar tersebut sementara ditangani sendiri oleh Surati, kepala sekolah (kepsek) setempat.

“Untuk sementara saya sendiri yang mengajar, jikalau ada pengganti saya juga kepingin, karena secara lisan sudah pernah kami sampaikan ke atasan agar ada pengantinya yang mengajar kelas 6,” kata Surati saat dihubungi melalui telpon, Rabu (23/11/2022).

Ditanya apakah ada surat maupun pemberitahuan yang diterima pihak sekolah terkait penangkapan inisial S? Kepsek SDN Rongtengah mengatakan jika sampai detik ini belum ada informasi.

“Hanya beberapa waktu lalu ada dua orang petugas dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meminta diantarkan ke rumah S untuk menemui keluarganya. Setelah itu tidak ada info lagi,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, S (47) asal Sumenep yang berdomisili di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 karena diduga terlibat jaringan teroris.

“Penangkapan terduga teroris di wilayah kota,” terang Kapolres Sampang, AKBP Arman melalui, Kasatreskrim AKP Irwan Nugraha, Minggu (16/10/2022).

Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, dalam pengeledahan oleh tim Densus 88 itu, ditemukan sejumlah barang bukti berupa buku berisi ajaran yang menyimpang dikemas dalam dua kardus bekas minuman mineral. “Untuk terduga sendiri langsung dibawa oleh tim ke Polda guna dilakukan pemeriksaan, dugaan awal dia terlibat jaringan JI hasil pengembangan dari kasus di Sumenep,” imbuhnya.

Sayangnya, Irwan tidak bisa menjelaskan secara detail terkiat jaringan teroris tersebut, karena penangkapan terhadap ASN inisial S itu berlangsung secara tertutup dan tidak ada satupun warga yang mengabadikan dengan kamera hp saat proses pengamanan maupun pengeledahan di rumah terduga. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar