Hukum & Kriminal

Gugatan Praperadilan Dipertanyakan Polisi, Ini Jawaban Singky

Surabaya (beritajatim.com) – Gugatan praperadilan atas penerbitan Surat Penghentian penyidikan perkara (SP3) yang diajukan Singky Soewadji dipertanyakan pihak Polrestabes selaku termohon. Hal itu diungkapkan termohon pada jawaban yang diajukan di persidangan.

Singky, begitu sapaan akrabnya, saat ditemui usai persidangan, memaklumi sekaligus menyayangkan jawaban termohon yang mempertanyakan alasannya baru sekarang melakukan gugatan Praperadilan sampai disebut tidak memiliki kepedulian terhadap KBS. “Pihak Termohon kurang mengerti materi gugatan dan kronologis peristiwa ‘penjarahan’ ratusan satwa KBS. Berarti Termohon kurang piknik,” ujarnya, Rabu (11/11/2020).

“Gegara saya terus protes ‘penjarahan’ satwa KBS, akhirnya saya dan Walikota Surabaya, Risma, dilaporkan ke Polda Jatim oleh Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI), Rahmad Shah ke Polda Jatim tahun 2014 silam,” tambahnya.

Dijelaskan Singky, setelah SP3 terbit tahun 2015, Risma selamat dari proses hukum, dan Singky dijadikan tersangka dan dipenjara selama 18 hari di Medaeng setelah berkas perkara dinyatakan P21 oleh Kejaksaan. PN Surabaya dan Mahkamah Agung (MA) memutus Singky bebas murni.

Salah satu pertimbangan majelis hakim, karena apa yang disuarakan Singky adanya ‘penjarahan’ ratusan satwa KBS melanggar hukum mengandung kebenaran. “Gegara terus bersuara mengungkap ‘penjarahan’ ratusan satwa KBS, Singky pernah dipenjara dan menjadi pesakitan yang harus dihadapkan ke meja hijau,” tambahnya.

Laki-laki berusia 60 tahun ini menerangkan, gugatan Praperadilan baru diajukan sekarang, sebab Putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutus dirinya bebas murni dalam perkara pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia) Rahmad Shah baru diketahuinya tahun 2020.

Selain itu, salinan SP3 didapatnya dari Polrestabes Surabaya melalui proses yang panjang sampai melakukan gugatan di Komisi Informasi Publik (KIP). “Jadi saya harus jelas dulu status hukumnya sebelum melakukan gugatan Praperadilan ini. Selain itu saya harus mengumpulkan data dan bukti,” ujarnya.

Soal tudingan tidak memiliki kepedulian terhadap KBS, Singky memaklumi kalau termohon tidak mengerti. Ia tidak perlu pamer apa yang sudah diberikan selama ini terhadap KBS yang sudah dianggap rumahnya sendiri. “Silahkan Termohon tanya ke Walikota Risma dan pihak KBS, siapa yang berperan mendatangkan Harimau Sumatera Wira ke KBS?,” pungkasnya. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar