Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Gugatan Gono Gini Janda Cantik, Putusan Ditunda, Ini Penyebabnya

Suasana persidangan gugatan pembagian harta gono gini di PN Surabaya beberapa waktu lalu.

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Sutarno kembali menunda persidangan gugatan harta gono gini yang diajukan Rosetiawati Wiryo Praboto melalui Dr. B. Hartono, SH., SE., SE.Ak., MH., CA. Alasan hakim menunda sama seperti sebelumnya, yakni hasil Pemeriksaan Setempat (PS) yang dilakukan PN Sidoarjo belum dikirim ke PN Surabaya.

Sejatinya, sidang putusan akan digelar pada 16 Maret 2022. Majelis hakim saat itu menunda persidangan dengan alasan sama yakni hasil PS belum dikirim ke PN Surabaya. Persidanganpun ditunda pada hari ini Rabu (6/4/2022). Namun, majelis hakim kembali menunda persidangan pada 20 Mei 2022.

“Ditunda sampai tanggal 20 Mei,” ujar Rosetiawati usai sidang.

Perlu diketahui, majelis hakim melakukan PS atas objek yang disengketakan. Objek yang diperiksa oleh majelis hakim adalah sebuah toko akasesoris handphone yang ada di jalan KH Mukmin nomer 92 Sidoarjo. Lahan seluas 1024 meter persegi ini terdiri dari dua sertifikat hak milik (SHM) atas nama Tergugat 1 Wahyu Djajadi Kuari.

Hakim mempertanyakan pada penggugat batas-batas objek yang disengketakan yakni sebelah Timur sebuah bangunan nomer 90, sementara sebelah barat adalah sebuah gang buntu. Sayangnya, Pemeriksaan Setempat (PS) kali ini tak berjalan mulus lantaran hakim tak bisa memasuki area toko yang masih tergembok.

“Harusnya sudah buka ini majelis, itu diresplang tertulis buka jam 08.00-22.00 Wib. Tapi ini belum dibuka, padahal sudah jam 09.00 Wib lebih. Ada apa ini?,” ujar kuasa hukum Penggugat, Hartono, Jumat (25/2/2022) lalu.

Masih menurut Hartono, azaz keadilan harus benar-benar diterapkan dalam perkara ini. Hal ini tidak hanya berlaku buat Rosetiawati saja namun semua masyarakat Indonesia yang sedang berjuang menuntut hak-haknya maka harus dibela.

Sementara Rose menyatakan, aset yang dilakukan pemeriksaan setempat ini adalah aset yang dia beli bersama mantan suaminya. Tanah tersebut, dia beli bersama suami sekitar tahun 2010 keatas. “ Sekitar tahun 2014 baru buka tokonya, sementara perceraian pada tahun 2016,” ujar Rose.

Sebelumnya, majelis hakim juga melakukan pemeriksaan setempat di dua objek sengketa yaitu sebuah rumah yang ada di Ngagel Jaya Barat Nomer 5 dan juga sebuah toko di Ngagel Jaya Selatan nomer 83. Tempat pertama yang dilakukan pemeriksaan setempat adalah rumah yang ada di Ngagel Jaya Barat nomer 5. Ada beberapa hal yang ditanyakan hakim baik itu penggugat maupun tergugat. Yakni terkait batas-batas rumah baik dari sisi barat, timur, utara maupun selatan.

Hal yang sama juga dipertanyakan hakim saat melakukan pemeriksaan setempat kedua yakni toko di Ngagel Jaya Selatan nomer 83. Di obyek yang kedua ini, majelis hakim memeriksa bagian depan bangunan yang masih terkunci, karena toko aksesoris belum buka atau beroperasi. [uci/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar