Hukum & Kriminal

Gugat Bawaslu dan KASN, Camat Tanggul: Tak Terkait Bupati Jember

Mediasi di Pengadilan Negeri Jember

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Ghozali, Camat Tanggul di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyatakan gugatan terhadap Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tak terkait dengan Bupati Faida.

“Tidak ada kaitannya saya dengan bupati. Saya tidak ada kontak dengan bupati. Tidak ada. (Mediasi awal) ini saja saya tidak izin. Tapi insya Allah beliau juga tahu, karena ini sudah ramai,” kata Ghozali, usai mediasi di Pengadilan Negeri Jember, Kamis (9/7/2020).

Gugatan perdata Muhammad Ghozali terhadap Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mendapat nomor register 52/Pdt.G/2020/PNJmr. Bawaslu Jember menjadi tergugat satu dan KASN tergugat dua, dan Ghozali didampingi pengacara Mohammad Husni Thamrin.

Bawaslu dan KASN dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan agar Ghozali dijatuhi sanksi disiplin sedang, karena terbukti melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Semua berawal dari beredarnya sebuah klip berdurasi 21 detik di media sosial yang mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ dan dukungan untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020.

“Menurut kami apa yang dituduhkan tidak benar terkait ketidaknetralan, karena sudah jelas tahapan pemilu baru verifikasi faktual calon perseorangan. Jadi belum ada calon sama sekali, baik incumbent atau pendatang baru. Karena belum ada calon dan belum ada yang ditetapkan, belum ada siapa-siapa yang akan didukung. Seharusnya (surat rekomendasi sanksi) dicabut, karena tuduhan itu tidak benar,” kata Thamrin. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar