Hukum & Kriminal

GRJ: Kenapa Hanya Kasus Pasar Manggisan Diungkap Kejaksaan Jember?

Gerakan Reformasi Jember berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri setempat

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah orang dari Gerakan Reformasi Jember (GRJ) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Senin (15/6/2020). Mereka mempertanyakan pengusutan kasus dugaan korupsi di Jember oleh jaksa.

“Kita tahu satu tahun lalu, kejaksaan sudah membawa data satu kopor dari UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa). Tapi apa faktanya? Hanya kasus Pasar Manggisan (yang diungkap). Padahal kita tahu informasi panitia hak angket (DPRD Jember), bahwa ada (proyek) 12 pasar. Kenapa hanya Pasar Manggisan? Yang lain tidak diperiksa,” kata Kustiono Musri, juru bicara GRJ, kepada wartawan.

Menurut Musri, ada dugaan keterlibatan sejumlah pejabat penting pemerintah daerah. Salah satu terdakwa mendominasi pelaksanaan proyek kecamatan, ruang terbuka hijau, dan puskesmas. “Kami datang ke sini, bawa data untuk tabayun (klarifikasi),” katanya.

Namun dialog GRJ dengan aparat kejaksaan akhirnya batal. GRJ menolak bertemu dengan aparat kejaksaan, karena diterima di pos pengaduan. “Saya merasa dilecehkan,” katanya. Dia berharap bisa bertemu dan berdialog dengan aparat kejaksaan di aula kantor agar rombongan GRJ bisa mengikuti dialog dengan tetap mematuhi protokol Covid-19.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto mengatakan, sebenarnya perwakilan GRJ sudah hendak diterima. Kejari tidak bisa menerima semuanya, karena ada protokol kesehatan jaga jarak yang harus dipatuhi. “Tapi Pak Kustiono Musri menolak untuk kami terima di tempat ini (pos pengaduan),” jelasnya.

Agus menyatakan, belum pernah menerima tuntutan GRJ tertulis secara langsung. “Jadi terus terang kami belum tahu tuntutan Pak Kustiono Musri dan kawan-kawan,” katanya.

“Soal masalah hukum, kita bicara alat bukti. Bukan asumsi, bukan persepsi, bukan informasi yang disampaikan tanpa didukung alat bukti. Kalau memang ada alat buktinya, pasti akan kami tindaklanjuti,” kata Agus.

Kepala Seksi Pidana Khusus Setyo Adhi Wicaksono mengajak semua pihak mengawal kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan. Saat ini ada empat terdakwa yang diajukan ke pengadilan tindak pidana korupsi, salah satunya mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Ma’ruf.

“Jika nanti di persidangan terungkap fakta hukum, itu akan kita tindaklanjuti. Jika masuk dalam pertimbangan hakim juga nantinya. Karena fakta hukum yang terjadi dalam sidang perkara lanjutan di pengadilan tipikor nantinya akan masuk dalam pertimbangan hakim dan kami dalam melakukan penuntutan,” kata Setyo.

“Kami tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami transparan, kami akuntabel, sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Dan dapat saya sampaikan juga bahwasanya untuk Pasar Manggisan, karena ini tahun politik, agar jangan dipolitisasi atau dibawa ke ranah politik,” kata Setyo.

“Kami ini murni penegakan hukum. Jangan kami malah difitnah, dipojokkan, seakan-akan kami tidak bekerja, seakan-akan kami tidur saja,” kata Setyo.

Setyo sebenarnya bersyukur jika audiensi dapat berlangsung. “Saya akan sampaikan semuanya secara transparan dan akuntabel juga. Kita buka-bukaan saja, tidak apa-apa. Kita tidak bisa berdasarkan asumsi,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar