Hukum & Kriminal

Granat Dukung Revolusi Mental Polrestabes Surabaya Tangkap Oknum Nakal

DPD Granat Jatim bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir saat mengunjungi Polrestabes Surabaya, Senin (15/3/2021).(Granat)

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Jatim mendukung Polrestabes Surabaya memberantas oknum polri nakal. Bahkan dalam memberikan semangat, DPD Granat menyambangi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir di Mapolrestabes Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut Ketua DPD Granat, Arie Soeripan Poetri menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes atas penyelenggaraan tes urien dadakan. Bahkan sampai enam kali tes urien dilaksanakan pada pagi, siang dan sore hari. Hal ini menunjukkan kesuksesan revolusi mental dan presisi Polri.

“Tes urin itu menunjukkan keseriusan Kapolrestabes Kombes Pol Johnny ini memberantas narkoba di kalangannya. Tandanya beliau ini gak mau kecolongan dengan oknum nakal yang terpengaruh hasil penyalahgunaan narkotika ini,” jelasnya kepada jurnalis, Senin (15/3/2021).

Selain itu, dalam sambutan yang diberikan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir bersama Kasat Narkoba, AKBP Memo Ardian, Wakasat Narkoba, Kompol Heru Dwi dan Kasat Binmas, AKBP M Fatoni sangatlah ramah.

Bahkan perwakilan Granat yakni Sekretaris DPD Granat Jawa Timur, Aristanto Prambudi,
Bidang Hukum dan Monitoring Penegakan Hukum Purwanto, Wakil Ketua DPP Granat Kolonel Purn AL. Sarmoedji disambut hangat.

Pertemuan sekitar satu jam ini membuahkan hasil kerjasama dalam memberikan edukasi bahayanya penyalahgunaan narkotika. Bahkan dalam edukasi ke masyarakat Granat memberikan tekanan bahwa meski pandemi virus Corona atau Covid-19 melanda. Membuat ekonomi jatuh jangan sampai menjadi penjual atau kurir narkoba.

“Pertemuan tadi membahas bagaimana kita bisa bersinergi dalam sosialisasi bahaya narkoba ini. Apalagi perekonomian terpuruk jangan sampai jadi bandar narkoba,” tandas Arie.

Lebih lanjut Arie menyampaikan, Kapolrestabes Surabaya juga sudah menekankan akan memberikan saksi terberat buat jajarannya. Diantaranya pemberhentian secara tidak hormat dan juga proses saksi sesuai hasil persidangan hukum pidana.

“Kapolres juga menegaskan akan memberi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat buat okbum nakal. Apalagi buat masyarakat umum yang menyalahgunakan narkotika, tentu akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar