Hukum & Kriminal

Giliran PT RHS Group Laporkan Korban Investor Bodong ke Polres Kota Mojokerto

Pihak PT RHS Group saat mendatangi SPKT Polres Kota Mojokerto. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pasca korban investasi bodong PT Rofiq Hanifah Sukses (PT RHS Group) melapor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Mojokerto, Selasa (3/9/2019) lalu, kini giliran pihak PT RHS Group melaporkan sejumlah korban terkait dugaan fitnah dan ujaran kebencian.

Kepala Cabang PT RHS Mojokerto Dwi Sanyoto didampingi beberapa pengurus di tim 9 atau Divisi Sosial PT RHS Cabang Mojokerto serta kuasa hukumnya datang ke SPKT Polres Kota Mojokerto. Ada empat orang investor PT RHS Group yang dilaporkan, yakni Ahmad Syafiudin, Vina, Ricky dan Romlah.

Kuasa Hukum PT RHS Cabang Mojokerto, Urip Mulyadi mengatakan, Syafiudin dilaporkan atas pernyataannya di media televisi yang dinilai tidak sesuai fakta. Saat diwawancara wartawan televisi, Syafiudin menyatakan telah menanamkan modalnya di PT RHS Group sebesar Rp172 juta.

“Dengan rincian investasi awal Rp10 juta, kedua Rp50 juta dan ketiga Rp112 juta. Kami membuat laporan fitnah yang dilakukan Ahmad Syafiudin kepada Kepala Cabang PT RHS Mojokerto karena di dalam dokumen PT RHS tidak ada investasi dia senilai Rp50 dan Rp112 juta,” ungkapnya, Jumat (27/9/2019).

Berdasarkan dokumen PT RHS Cabang Mojokerto, Syafiudin menanamkan modalnya sejak Desember 2015 sebesar Rp10 juta. Syafiudin sudah menerima bagi hasil 28 kali. Sementara Vina, Ricky dan Romlah, dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian melalui grup WhatsApp (WA) Bisham Mojokerto.

“Ketiganya dilaporkan Divisi Sosial PT RHS Cabang Mojokerto, Sumargi dan Isno. Ujaran kebencian ada 200 bukti di grup WA Bisham Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Mojokerto AKP Ade Warokka mengatakan, pihaknya menerima laporan dari PT RHS Mojokerto dan akan menyelidiki dugaan fitnah serta ujaran kebencian yang dilaporkan. “Penyelidikan tetap kami lakukan, jika nantinya tidak ada unsur pidana, kami hentikan,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar